oleh

Jalan Nasional Terendam dan Gorong-Gorong Mampet, Pihak BPJN Tutup Mata?

RANTAU, KORANBANJAR.NET – Kondisi jalan nasional di wilayah Kabupaten Tapin kondisinya sangat memprihatinkan, terutama pada musim penghujan. Badan jalan yang berlokasi di depan Kantor Samsat Tapin Bitahan ini, selalu tergenang oleh air saat hujan turun.

Imbasnya adalah sangat merepotkan warga sekitar terutama para pengguna jalan. Air yang merendam badan jalan ini, akibat gorong-gorong saluran drainase yang sempit dan mampet sehingga ketika debit air meningkat selalu meluap naik merendam jalan hingga perumahaan dan kios warga di pinggir jalan.

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tapin H.Yustan Azidin, ST, MT saat dikonfirmasi oleh koranbanjar.net menyatakan permasalahan jalan provinsi itu bukan kewenangan lembaganya, melainkan di bawah kewenangan Balai Pengawas Jalan Nasional (BPJN).

“Terendamnya badan jalan nasional itu akibat gorong-gorong box yang ada di sekitar jalan mampet tak mampu mengalirkan debit air yang datang sehingga meluap dan merendam badan jalan di lokasi, “ katanya.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa jalan di kawasan ini yang pengawasan dan pemeliharaannya ditangani langsung  oleh masing-masing lembaga. Dimulai dari Balai Besar Jalan Nasional Pekerjaan Umum Provinsi dan Pusat yang mengawasi jalur jalan nasional atau jalan provinsi, sementara Dinas PUPR Tapin menangani jalan kabupaten dan jalan penghubung antar desa.

“Jalan nasional ini merupakan kewenangan pihak Balai Besar Jalan Nasional dan bukan kewenangan Dinas PUPR Tapin, termasuk juga gorong-gorong saluran drainase yang membuat debit air mampet dan jembatan di sekitar lokasi itu juga termasuk kewenangan pihak Balai, “ katanya.

Akibat gorong-gorong saluran drainase mampet ini, tak hanya merendam badan jalan melainkan juga permukiman dan kios warga disekitar pinggir jalan setempat. Kondisi ini sudah lama terjadi namun seakan-akan pihak Balai Besar Jalan Nasional menutup mata dan terkesan acuh tak perduli pada kondisi infrastruktur pembangunan yang diatur sudah menjadi tanggung jawabnya.

Di badan jalan yang kerap terendam juga terdapat jembatan yang berlubang di tepinya dan menyebabkan jalan bergelombang. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas terutama roda dua. Di lokasi ini pula, menurut keterangan warga sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas terutama roda dua yang terpeleset jatuh terpental.(rul/ana)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: