oleh

Jadi Tuan Rumah, Visit Kalsel Dan Hari Pers Nasional Dipersiapkan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kalimantan Selatan kembali dipercayakan, sebagai tuan rumah dalam event nasional tahun 2020. Diantaranya, Visit Kalsel dan Hari Pers Nasional. Berbagai persiapan akan dilakukan, agar dapat terselenggara dengan sukses dan berkesan.

“Visit Kalsel 2020 ini, harus kita jadikan tonggak untuk membenahi destinasi, dan meningkatkan kunjungan wisata seperti promosi. Sedangkan pada Februari nanti, hari pers nasional. Saya minta persiapkan dengan baik, koordinasi dan komunikasikan dengan pihak terkait,” ujar Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Senin (6/1/2020), di halaman Kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Dahnial Kifli mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki branding. Untuk dijual dalam acara visit kalsel, dan logo kalsel.

“Sesuai program prioritas, destinasi wisata kalsel ke nasional bahkan internasional. Seperti destinasi alam dan budaya,” jelasnya.

Dibeberkannya, ada sebanyak tujuh provinsi yang dipilih untuk sharing produk. “Kita hanya memfasilitasi, agar dalam forum bisnis industri pariwisata dapat melayani wisatawan,” lanjutnya.

Bidang transportasi, akomodasi, dan kuliner juga diperlukan. Selain itu, dibantu dengan peresmian Bandara Internasional Syamsudin Noor juga menjadi pemacu datangnya wisatawan.

“Ini masih penjajakan dengan maskapai. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di objek wisata, maupun diluar juga ditingkatkan. Karena suatu potensi kita, masyarakatnya yang ramah dan murah senyum,” katanya.

Pihaknya, saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi serta menggelar penyuluhan dan pelatihan.

“Mitra kerja kami diharapkan, pada acara visit kalsel nanti branding dan diskon menginap diadakan. Kuliner pun perlu dipasang spanduk, adanya diskon sebagai bentuk partisipasinya. Komunitas pecinta alam membuat event, karena pada event nasional ini kita ada tiga. Yakni event Loksado, Tri Loksado, dan budaya Dayak Meratus,” tuturnya.

Disinggung mengenai apakah Geopark Meratus akan dipromosikan, ia menerangkan, objek tersebut sudah lama di explore dan dikelola oleh masyarakat. Hanya saja yang menjadi pembeda, kini memiliki pengakuan sertifikat.

“Seperti goa, sungai, dan tebing. Tapi karena berada di pegunungan meratus dan dilalui berbagai kota, sehingga yang mengelola sekarang adalah provinsi. Tahun 2018 lalu, sudah diakui dewan geopark nasional. Semoga nanti kita bisa menjadi geopark internasional, yang diakui unesco. Karena jika kita lebih giat lagi mempromosikan, tidak kalah pula dengan daerah lain,” pungkasnya. (ykw/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: