oleh

Honor Pegawai Satpol PP Banjar Menyedihkan, Piket Siang Malam

MARTAPURA, koranbanjar.net – Tugas pegawai honorer yang bekerja di lingkungan Satpol PP Kabupaten Banjar terbilang sangat menyedihkan, sementara tugas yang diemban terbilang cukup berat. Bahkan ada di antara pegawai Satpol PP yang harus piket siang hingga malam, baik di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Banjar, maupun di kantor-kantor tertentu. Bukan hanya itu, tak kurang dari 10 tahun, pegawai honorer di lembaga tersebut hampir tidak pernah mendapat pergantian seragam dinas. Anggaran untuk penambahan gaji atau honor pegawai Satpol PP Banjar sesungguhnya sudah pernah diusulkan, akan tetapi belum juga disetujui.

Hasil investigasi yang dilakukan koranbanjar.net, pegawai honorer Satpol PP Kabupaten Banjar diperkirakan berjumlah 100 orang. Gaji atau honor mereka hanya sebesar Rp1.000.000 per bulan atau masih jauh di bawah UMR. Tidak cuma itu, ironisnya para pegawai honor Satpol PP Banjar ini sudah sangat lama tidak pernah mendapatkan pergantian seragam dinas. Terlebih pada anggaran tahun mendatang, khususnya anggaran untuk konsumsi dikabarkan akan dipotong lagi.

“Bayangkan, gaji honorer Satpol PP di Kabupaten Banjar itu hanya Rp940.000, taruhlah semua Rp1.000.000 per bulan. Puluhan tahun mereka belum pernah mendapatkan penambahan gaji honor. Lebih parah lagi, kalau sebelumnya uang lelah mereka terkadang juga dipotong untuk keperluan ini dan itu. Sedangkan tugas mereka sangat berat, bahkan harus jaga siang sampai malam. Kalau lagi tugas di jalan, kadang panas-panasan,” ungkap sumber koranbanjar.net yang dapat dipercaya dan minta namanya dirahasiakan.

Berkaitan dengan hal itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Banjar, Drs. Ali Hanafiah ketika dikonfirmasi tidak dapat menampik jumlah gaji atau honor yang diterima anak buahnya. Dia juga tidak dapat membantah, bahwa jumlah anak buahnya yang berstatus honor memang sebanyak kurang lebih 100 orang. “Anggaran untuk penambahan honor sudah kami usulkan ke panitia anggaran. Sejak dulu memang sudah diusulkan, akan tetapi sering dipangkas. Mudah-mudahan usulan yang baru saja kita sampaikan dapat disetujui oleh panitia anggaran, baik dari panitia anggaran eksekutif maupun legislatif,” ujar Ali.

Mantan Staf Ahli Pemkab Bajar ini juga mengakui keprihatinannya atas honor atau gaji yang diterima anak buahnya. Akan tetapi dia tidak bisa berbuat banyak, melainkan hanya berharap agar permohonan anggaran dapat disetujui. “Kalau saya kalkulasi penambahan gaji sesuai UMR diperkirakan sekitar Rp2,4 miliar per tahun, mudah-mudahan dapat disetujui,” pungkasnya.(sir) 

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: