Tak Berkategori  

Hari Ibu Diwarnai “Maayun Anak”

KANDANGAN, KORANBANJAR.NET – Puncak peringatan Hari Ibu ke 90 dan HUT Dharma Wanita ke 19 di Pendopo Bupati Hulu Sungai Selatan, telah diwarnai dengan tarian maayun anak oleh Posko Lebastari, Rabu (19/12/2018) pukul 09.00 wita.

Tarian tersebut menggambarkan kasih sayang seorang ibu merawat anaknya yang masih kecil dengan menidurkan di ayunan sambil dibacakan doa pengantar tidur.

Penata tari, Yaya kepada wartawan Koranbanjar.net menjelaskan, dengan penampilan tarian tersebut diharapkan mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa ibu dengan semangat dan ketulusannya menyayangi anaknya.

“Salah satunya saat ibu menidurkan anaknya dengan cara diayun dan diiringi dengan membacakan doa serta sholawat agar anaknya kelak menjadi orang yang beriman, berbakti dan selamat dunia akhirat,” terangnya.

Tarian ini terinspirasi dari tradisi masyarakat Banjar yang terus dipelihara sejak zaman dahulu yaitu menidurkan anaknya di dalam ayunan dan mendoakan anaknya agar menjadi anak yang berbakti.

“Alhamdulillah dengan adanya momentum ini kami sangat senang dan bangga dengan penampilan ini karena tari yang kami tampilkan sesuai dengan momen hari ibu ini,” ucapnya saat ditanya mengenai kesannya menampilkan tarian tersebut di momen hari ibu.

Peringatan hari ibu sendiri sejatinya dirayakan di Indonesia setiap tanggal 22 Desember, diambil dari tanggal kongres perempuan pertama di Jogjakarta tahun 1928, sedangkan HUT Dharmawanita diperingati setiap tanggal 7 Desember.

Peringatan Hari Ibu Ke 90 dan HUT Dharma Wanita ke 19 di Hulu Sungai Selatan berlangsung dengan berbagai acara sebelumnya seperti lomba membuat puisi ibu oleh anak dan lomba membuat hantaran dari kain/tapih yang diselenggarakan atas kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Dharma Wanita serta BUMN dan BUMD yang ikut mendukung. (mj-025/sir)