Hanya dalam Semalam, 17 Rumah jadi Arang

KALSEL, KORANBANJAR.NET – Malam tadi, Minggu (24/6), menjadi malam yang cukup tragis bagi sejumlah warga Banua, Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang tertimpa musibah kebakaran di tiga kabupaten / kota, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong.

Pasalnya, hanya dalam waktu satu malam, tepatnya antara pukul 22.00 wita hingga 24.30 wita, sebanyak 17 rumah dari tiga kabupaten / kota tersebut telah ludes dilalap api.

Informasi yang berhasil dirangkum koranbanjar.net malam tadi, musibah kebakaran pertama terjadi di Desa Paliat Kecamatan Kalua, Kabupaten Tabalong atau kawasan Jl. Ahmad Yani Km 4, mulai pukul 22.00 wita hingga 23.05 wita.

Dari musibah tersebut 5 rumah warga desa setempat ludes dilalap api, kemudian 1 rumah nyaris ludes, sehingga jumlah rumah yang hangus sebanyak 6 buah. Kemudian disusul dengan peristiwa serupa di Desa Awang Bangkal RT.04 RW 02, Kecamatan Karang Intan yang terjadi mulai pukul 23.45 wita.

Peristiwa kebakaran di Desa Awang Bangkal Barat telah meluluhlantakkan 4 rumah warga setempat. Adapun rumah yang mengalami kerusakan sangat parah akibat terbakar, yakni milik Abdul Hamid dan Mahli. Sedangkan rumah yang mengalami kerusakan ringan milik H Aidi dan Sutia. Bangunan ikut terbakar selain 4 rumah, yakni 1 musala yang mengalami kerusakan ringan.

Selang beberapa menit, ngauman mobil-mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) kembali bergema di wilayah Jl. Mayjend Sutoyo S, Kelurahan Pelambuan RT 02 RW 01, Kecamatan Banjarmasin Barat, sejak pukul 23.30 wita.

Perumaham penduduk di sekitar Komplek LP, Kelurahan Pelambuan tersebut juga dilanda musibah kebakaran. Peristiwa di wilayah itu telah menghanguskan 6 rumah dan 1 rumah sewa yang tediri dari 3 pintu.

Adapun rumah yang terbakar adalah milik Abdul Fatah, Taupik, Prakarsa (Ketua RT), Nasrullah, Kamsani dan Nyoman Swastika.

Dalam keterangannya Ketua RT 02, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Prakarsa mengatakan, malam itu dia secara tiba-tiba mendengar teriakan api dari warga setempat. Mendengar terikan itu, dia bersama warga lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Nah, saat kami mendatangi lokasi, api sudah berkobar di belakang rumah. Waktu itu, kami langsung mendatangi asal api dengan membawa peralatan yang seadanya. Ada yang membawa ember, ada yang memukul lonceng dan lainnya. Diperkirakan, api bermula muncul dari salah satu bedakan (rumah sewa) itu. Namun apa penyebabnya, kami tidak tahu. Karena saat kami datang, api sudah berkobar,” ungkap Prakarsa.(mj-tim/sir)