Baznas

Fakta Penghormatan Masyarakat Terhadap Pejuang, Setelah Merdeka, Makam Mereka Dibiarkan Begini

  • Bagikan

Selama 360 tahun kita telah dijajah bule, ditindas dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Sekarang, kita sudah bisa duduk dengan tenang di teras rumah, tanpa harus sembunyi-sembunyi dan berjuang layaknya orang dahulu.


IMADE CHANDRA HUSEN, Martapura

PARA pejuang kemerdekaan yang dimakamkan di Makam Pahlawan, Jl. Melati, Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, sepertinya tidak mendapat penghormatan sebagaimana layaknya.

Makam pahlawan yang mestinya dihormati, malah telantar, bahkan konon menjadi tempat mabuk-mabukan oleh kalangan tertentu.

Warga setempat, Ahmad Sudirman (40) mengutarakan unek-unek dalam pikirannya, terkait dengan penelantaran makam pahlawan tersebut kepada koranbanjar.net.

“Saya selaku masyarakat di sini merasa miris dengan keadaan makam pahlawan kita yang membela tanah air untuk membela kemerdekaan, ya seperti yang kita lihat sekarang, makam pahlawan tersebut diterlantarkan. Jika dibersihkan, itu pun hanya dari pihak Koramil, walau hanya setiap menjelang hari kemerdekaan, kalau tidak mungkin saat ABRI latihan,” ujar Sudirman, Kamis, (29/03).

Makam pahlawan itu terdiri dari 5 kuburan. Kondisinya telah ditumbuhi ilalang di sana-sini, sangat jelas terlihat sangat jarang dibersihkan.

“Seharusnya mereka berhak mendapatkan penghormatan, walau mereka tidak meminta, tapi itu wajib bagi kita sebagai warga negara yang mereka perjuangkan. Jika tidak karena mereka, kita ini jadi apa sekarang? Mungkin masih menjadi peliharaan negara penjajah kita dahulu, begitulah kira-kira,” ujar Sudirman, dengan telunjuk mengetuk-ngetuk kepalanya.

Dia juga mengatakan, jika makam pahlawan di Desa Karang Intan itu tidak dibangunkan pagar oleh Koramil, mungkin akan menjadi hutan. “Pembangunan pagar tersebut sudah dua tahun ini,” tambahnya.

Menurut Sudirman, jika dia yang ditunjuk sebagai pengurus atau penjaga makam pahlawan tersebut, dengan senang hati dia akan menerima.

“Namun orang todak ada yang menunjuk saya, mana berani saya merawat dan menjaga sedangkan saya hanya masyarakat biasa di sini,” ujarnya.

Kita sering melihat perang Indonesia melawan Belanda, dari sana kita harusnya tau dan bisa memahami bagaiman perjuangan dan pengorbanan yang mereka berikan untuk bangsa dan negara ini.(*)

  • Bagikan