oleh

*FAKTA BANJARMASIN ! Kisah Perjuangan Hidup Wanita Karir, Sembuh Dari Covid-19(Bagian Ke 2/Habis)

Suka Duka Selama Diisolasi

Minggu (17/5/2020)

BANJARMASIN, KoranBanjar.net – Ketakutan, cemas dan terasing menyendiri menyelimuti Aa selama menjalani masa isolasi. Namun rasa itu lambat laun menghilang seiring berjalannya sikap tulus dari petugas kesehatan yang penuh kesabaran merawat para pasien Corona.

“Saya dapatkan banyak teman disana, mereka para dokter, perawat sangat tulus merawat kami. Dalam pakaian gerah begitu mereka tidak peduli, tujuannya mereka hanya ingin memberikan semangat dan ingin mengobati,” ungkapnya.

Sedihnya, bagi pasien Covid-19 yang ssdang menjalani isolasi, pihak keluarga pasien tidak diperkenankan menjenguk, demi menghindari penyebaran wabah Corona agar tidak terjangkit.

“Sedihnya disini, gak bisa dibesuk keluarga atau teman, yang namanya kerinduan terhadap keluarga itu pasti ada, namun apa boleh buat, semua pasien tidak ada satupun keluarga yang boleh datang,’ tuturnya.

Dua puluh tiga hari terkungkung di ruang isolasi tidak membuat Aa berputus asa, dan pasrah begitu saja, dirinya bertekad harus keluar dari belenggu Covid-19 yang menghancurkan program kehidupan keluarga dan karirnya.

“Saya punya tekad untuk sembuh, pokoknya saya harus keluar dari ruangan isolasi ini, saya gak bisa hidup hanya pasrah pada keadaan, saya tidak akan memanjakan penyakit ini, tidak akan saya biarkan Corona melemahkan semangat saya, jadi semua pikiran tentang kematian saya abaikan, saya hanya memikirkan bagaimana nasib karyawan saya, bagaimana kehidupan anak-anak saya jika terjadi apa-apa dengan saya,” cetusnya.

Aa selalu berdoa setiap malam meminta kesembuhan kepada yang kuasa(Allah Swt) dan telaten mengikuti arahan para medis.

Tepat di hari ke 23, masa terakhir karantina, dengan hati berdebar-debar dan muncul kembali kecemasan serta ketakutan di dalam dirinya Aa harus menunggu hasil laboratorium(Lab) yang ke 5 tentang perkembangan kondisinya.

“Subhanallah, Allah sungguh Maha Mendengar doa setiap hambannya, hasilnya aku dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Aa sangat bahagia dan mengucapkan syukur tak terhingga kepada sang Maha Pencipta, Allah Swt. Segera dirinya minta dijemput oleh suami dan anak-anaknya.

Namun tiba-tiba pikiran berubah, terbesit dibenaknya, apabila ia pulang bersama buah hatinya, khawatir virus masih belum betul-betul bersih dari dalam tubuh wanita energik dan super aktif ini.

“Khawatir kalau-kalau virus ini masih ada, meskipun dikatakan sembuh, jadi lebih baik saya tidak pulang ke rumah, saya putuskan pulang ke rumah kebun yang memang tidak ada penghuninya,” terangnya.

Disana Aa kembali mengisolasikan diri selama 14 hari. Bukan tidak percaya dengan surat kesembuhan dari Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Ulin, melainkan Aa khawatir dan menyadari sepenuhnya.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,
kasian anak-anak nanti kalau sampai tertular, tiba-tiba wabah Corona yang ada pada mamahnya masih ada,” katanya.

Di rumah kebun itulah Aa kembali menjalani karantina selama 14 hari, tujuannya tidak lain hanya ingin orang-orang yang ada disekitarnya khususnya orang-orang yang dicintainya tidak bernasib sama dengannya.

Pesan bagi penderita Covid-19

Aku pesan kepada teman sependeritaan, fokus pada kesembuhan diri dulu, masalah keluarga jangan dipikirkan, mereka pasti doakan kita, dan jangan pernah merasa sakit, bawa enjoy aja, anggaplah kita dikarantina untuk naik haji” katanya sembari tertawa kecil.

Bagi keluarga pasien Covid-19, jangan takut dan jangan pernah mengucilkan orang yang sudah sembuh dari wabah Corona. Yakinlah pada pernyataan tim medis yang menyatakan sembuh.

Anggaplah kepulangan kami baru datang dari naik haji, semua gembira dan suka atas kepulangannya,” demikian tutur Aa mengakhiri wawancaranya kepada KoranBanjar.net.

Kabar terakhir, kini Aa sudah bebas keluar dan berkumpul bersama keluarga tercinta, suami dan dua orang anaknya, serta mulai menata kembali program usahanya yang sebelumnya hancur berantakan.

Leon Jurnalis Koran Banjar

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: