Baznas

Eks Lokalisasi, Kok Diajak Mampir?

- Tak Berkategori
  • Bagikan

PEMBATUAN, lokalisasi yang beralamat di Jl Kenanga, Kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, yang harusnya sudah resmi ditutup, diduga sebagian kecil masih ada yang berani beroperasi.  Hanya saja tidak seramai dulu, melainkan hanya beberapa dalam bentuk “kucing-kucingan.”

Dari pantauan KoranBanjar.Net di lapangan, Sabtu (30/09), masih terlihat beberapa wanita berpakaian minim masih terlihat mangkal di depan rumah-rumah di deretan pemukiman di Jl Kenanga. Tak satu atau dua orang yang duduk di depan rumah lokalisasi tersebut, bisa mencapai lima orang. Setiap pengunjung lewat di kawasan tersebut kadang di panggil atau seperti diberi“kode” untukmampir.

Terlihat dari awal masuk sampai ujung di setiap rumah mulai pagi sudah mangkal beberapa wanita berbusana seksi. Seorang warga setempat, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red) pemilik warung di kawasan lokalisasi tersebut membenarkan keadaan demikian.

“Dari pagi sudah ada yang mangkal, seperti orang kantoran juga, tapi tidak ada di warung saya ini mangkalnya,” ujarnya.

Pasca penutupan akhir-akhir ini sepertinya belum berubah total, pasalnya masih ada wanita-wanita yang mangkal di depan rumah.

“Biar ditutup atau dirazia, mungkin saja masih ada yang aktif,” lanjut Bunga. Dia menambahkan, pasca penutupan kemarin, memang sebetulnya sudah bagus, supaya Banjarbaru tidak ada yang namanya tempat prostitusi.

“Ya mau gimana lagi, sudah bertahun-tahun area di sini ada, sulit menutup lokalisasi tersebut. Namanya juga mata pencaharian mungkin,” imbuhnya.

Saat di konfirmasi mengenai hal tersebut kepada Kasatpol PP Kota Banjarbaru, H.Marhain melalui Opda Lapangan, Yanto Hidayat menjelaskan terkait area lokalisasi pembatuan, bahwa pihaknya sudah mengetahui hal tersebut. Bahkan, dalam 1 minggu 2 kali, pihaknya menugaskan tim intel untuk mengecek keadaan di sana. “Bukan hanya wanita berpakaian minim saja, bisa mirasnya atau mucikarinya kami pantau,”ujarnya.

Selain itu, juga dibentuk Tim Terpadu Gabungan dari Polisi, TNI, dan Satpol PP untuk menangani eks lokalisasi. Tetapi masih menunggu anggaran perubahan, kira-kira Oktober akan dilaksanakan giat.

“Kami sangat mendukung tim tersebut. Karena Satpol PP kan kapasitas kewenangan terbatas, banyak pihak yang lebih mempunyai peralatan malah biasa saja,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah beberapa kali dirazia ke area tersebut, masih saja beroperasi, namun hal tersebut masih ada.

“Yang ditakutkan, ada pihak pengelola atau orang dalamnya yang melindungi area tersebut, tapi ini masih perkiraan saja,” bebernya. (maf)

  • Bagikan