oleh

Ditugaskan Ke Perbatasan Kaltara, Tenaga Pendidik Militer Disiapkan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Sebanyak 450 orang, disiapkan untuk melaksanakan tugas pada perbatasan di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Tenaga pendidik, menjadi prioritas utama karena wilayah tersebut masih ada kekurangan dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, bendera Merah Putih pun akan diganti dengan yang baru. Sebab, ketika Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto berkunjung ke perbatasan, melihat bendera sudah nampak sobek dan lusuh.

Jika tak ada halangan, akhir Maret 2020 semua personil diberangkatkan menggunakan kapal. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan, Jumat (6/3/2020) siang, dalam rangka RIK Siaops Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 623/BWU, di Lapangan Bhakti Wiratama.

“Tenaga pendidik dari kami (TNI AD), bukan yang pertama kalinya. Saya yang menyampaikan ke pak (Menko PMK RI) Muhajir, agar agar anak buah saya yang mengajar mendapat sertifikat guna sebagai legalitas. Akhirnya, beliau setuju,” ujarnya kepada awak media, usai apel gelar pasukan.

Ia menjelaskan, anak buahnya yang disiapkan menjadi tenaga pendidik militer akan dilatih untuk bisa mengajar terlebih dahulu.

“Intinya, jika tak ada perubahan semua 450 orang ini berangkat ke daerah operasi untuk menggantikan Batalyon 600 Raider,” ucapnya.

Secara aturan yang ditetapkan, selama sembilan bulan semua personil bertugas di wilayah perbatasan. Tapi bisa berubah, karena adanya pelaksanaan pilkada serentak.

“Kita berarti harus mundur, karena harus mengamankan pilkada untuk menjaga netralitas. Semua personil sudah siap mental,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Pangdam VI/Mulawarman beserta rombongan, Danrem, Danrindam, Danyonif, serta seluruh komandan jajaran 101 antasari. (ykw/maf)

Komentar

Jangan Lewatkan