oleh

Diduga Ditinggal Penambang Ilegal, Ekskavator Ditemukan di Desa Batu Ampar

Satu unit ekskavator tanpa pengemudi ditemukan terparkir di wilayah Desa Batu Ampar, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin (Blok 2).

HULUSUNGAISELATAN, koranbanjar.net – Diduga, ekskavator ini ditinggal penambang ilegal karena mesin tak dapat hidup atau rusak.

Temuan itu, saat Tim Satuan Tugas (Satgas) pertambangan tanpa izin (Peti), yakni PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan Direktorat Pengamanan Objek Vital (PAM Obvit) Polda Kalsel melakukan patroli rutin, di kawasan PKP2B, Rabu (4/11/2020) siang.

Patroli dilakukan pada dua lokasi, yaitu di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Blok 3) dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin (Blok 2).

Hal itu disampaikan, Tim Advokat PT AGM, Suhardi. Ia meyakini, dugaan peti di wilayah PKP2B milik PT AGM di Blok 2. Sebab, terindikasi bekas galian tambang, ditambah temuan satu unit ekskavator.

“Sementara, hasil tangkapan drone ada terparkir satu unit ekskavator. Diperkirakan, tipe 215. Masih dilakukan pengecekan,” ungkap Suhardi.

Kata dia, pihak akan berkoordinasi untuk mengamankan temuan ekskavator tersebut. Pasalnya, terparkir di area hutan produksi.

“Sehingga, kemungkinan akan diserahkan ke Polres Tapin atau Polisi Kehutanan (Polhut),” lanjutnya.

Kepala Desa (Kades) Malilingin Suyono mengaku, prihatin terhadap maraknya pertambangan ilegal. Sebab, peti tak bisa memberikan kontribusi ke masyarakat sekitar.

“Berbeda dengan tambang resmi, bisa diminta pertanggung jawabannya. Peti ini banyak dampak negatifnya. Kita mau minta tanggung jawab, tak tau kepada siapa,” tandas Suyono. (MJ-030/YKW)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: