Baznas

Diduga Dihipnotis, Tabungan Rp.1,5juta Raib Dibawa Kabur Pencuri

- Tak Berkategori
  • Bagikan

MARTAPURA,Koranbanjar.net – Mukri (55) warga Desa Tangkas Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, terpaksa harus rela kehilangan uang Rp.1,5juta miliknya yang dibawa kabur oleh orang tidak dikenal alias pencuri masuk kedalam rumahnya. Diduga Mukri sudah terkena hipnotis pelaku lantaran memberikan uangnya tanpa sadar kalau yang datang bertamu kerumahnya adalah seorang pencuri.

Kejadian berawal pada Minggu (08/04) lalu, Mukri didatangi pemuda sekitar 35 tahun yang tidak dikenal masuk rumahnya secara diam-diam melalui pintu belakang. Pelaku kemudian bertemu korban didalam rumah, namun anehnya, bukannya kabur lantaran kepergok masuk tanpa izin, pelaku justru bicara pada korban meminjam sejumlah uang untuk keperluan istri berobat.

Lebih aneh lagi, korban bukannya marah didatangi orang tidak dikenal dan masuk tanpa izin kedalam rumahnya malah memberikan uang miliknya Rp.1,5juta. Pelaku yang sebelumnya meminta agar dipinjami uang Rp.2,5juta lantas mengambil uang korban dan membawanya kabur.

Korban pun akhirnya menyadari kalau uangnya sudah dicuri, namun pelaku sudah keburu kabur.

“jadi kemarin itu pelaku datang, dia masuk dari pintu belakang, dia menceritakan kalau istrinya lagi sakit dan ingin mencari uang kepada saya. Entah kenapa saya jadi merasa kasian dan saya pun memberikan uang saya. Begitu tamu itu pulang, saya baru sadar, kenapa saya kasihkan uang saya, padahal kenalpun tidak sama orang itu,” sesalnya.

Mukri menambahkan, saat itu sepertinya sudah hipnotis hingga merasa kasian kepada pelaku dan dengan mudah memberikan uang tabungannya. Mukri juga membeberkan perihal ciri-ciri pelaku, yaitu berbadan gempal, ada jenggot dan jambang, serta menggunakan sepeda motor vario warna putih. “entah kenapa saya jadi merasa kasian banget sama itu orang, dan saya pun tidak segan mengasihkan uang saya, awalnya dia meminta 2,5 juta, tapi saya cuma punya 1,5 juta saja. Dia sempat mengaku namanya Yusuf, tinggal dekat masjid alkaromah martapura, dan berjualan gas LPG,”bebernya.

Namun, Mukri mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Dengan alasan tidak ingin repot.

Sementara itu Kepala Desa Tangkas Mursyidi mengatakan, bahwa kejadian yang dialami Mukri sangat meresahkan masyarakat, dan ini bukan kejadian yang pertama kalinya lantaran sebelumnya juga sudah pernah terjadi di desanya.

“ini sangat meresahkan, dan sebelumnya sekitar dua tahun yang lalu juga pernah terjadi,” ujarnya.

Mursyidi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada, dan jangan cepat percaya dengan orang yang tidak dikenal. “kita menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar selalu waspada, bila ada yang mencurigakan agar cepat menghubungi pihak aparat desa,” imbaunya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Martapura Barat, Deddy Handayadi saat dihubungi via cellular, mengaku telah mengetahui informasi tersebut, meski sebelumnya korban memilih tidak melapor. “iya, kita sudah mengetahui informasi ini, dan kita akan tinjau TKP juga mencari informasi dari saksi-saksi,” terangnya.(sai/pri)

  • Bagikan