Kota Banjarbaru

Dialog Publik juga untuk Menyuarakan Keinginan Masyarakat Sekitar Bandara

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Dialog Publik dengan tema “Mengambil Peluang dari Pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk Masyarakat Kalsel yang diselenggarakan oleh Parlemen Jalanan berkerjasama dengan Koran Banjar di Novotel Hotel, Banjarbaru, Sabtu (15/09) kemarin berlangsung lancar.

Ketua Panitia Penyelenggara, Edy Prawira Raharja mengatakan bahwa berubahnya status bandara domestik menjadi bandara internasional telah menjadi agan-agan sejak dulu.

“Bermula dari bandara domestik kemudian berubah menjadi bandara internasional adalah agan-agan kita sejak dulu dan menjadi kebanggaan bagi kita semua. Akan tetapi, di balik kebanggaan itu ada segelintir masyarakat yang berkorban demi terwujudnya dan saking cintanya kepada Kota Banjarbaru mereka rela mengorbankan tanah kelahiran serta kampung halaman,” ujarnya.

Yaitu, lanjutnya, warga Desa Guntung Damar, Landasan Ulin Banjarbaru. Mereka sering berdiskusi dengan Parlemen Jalanan dan mereka mengharapkan ini bisa berpartisipasi di dalam pengembangan proyek bandara ini.

“Serta ke depannya, apabila bandara sudah terselesaikan, mereka juga ingin sekali ikut bekerja di dalam bandara. Akan tetapi, masih dalam tahap pengerjaan ini pun tidak satu pun warga yang dilibatkan dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Edy mengatakan hal itu sebagai salah satu poin yang menyebabkan Parlemen Jalanan menyelenggarakan dialog publik ini.

“Maka dari itu, saya mewakili rekan-rekan Parlemen Jalanan sangat mengharapkan kepada pemerintah serta perusahaan pengelola bandara untuk bisa melibatkan mereka-mereka yang telah berkorban dalam proses hingga terwujudnya proyek bandara internasional yang kita cintai ini,” harapnya.

Edy menuturkan bahwa harapan masyarakat itu tidak muluk-muluk, mereka hanya ingin bekerja.

“Apabila kita bandingkan dengan pengorbanan mereka, tidak ada bandingannya. Dari dulu mereka telah menerima polusi suara,” ucapnya.

Demi terwujudnya pengembangan Bandara Syamsudin Noor tersebut, bahkan ada warga yang rela dan ikhlas menghibahkan sebidang tanahnya untuk dijadikan jalan utama menuju bandara.

“Juga kita menyelenggarakan dialog publik ini, agar semua kalangan masyarakat Kalsel bisa mengerti dan memahami bagaimana keadaan kita saat ini. Saya mewakili rekan-rekan penyelenggara memohon kepada pemerintah juga pihak perusahaan agar bisa memperhatikan mereka,” harapnya.(ana)

Tinggalkan Balasan

Close