oleh

Di Depan Para Pimpinan Pondok Pesantren, Said Sampaikan Pesan ini..

BANJARBARU – Rapat koordinasi pimpinan pondok pesantren dan madrasah dini se Kota Banjarbaru yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, Rabu (7/2) kemarin berlangsung lancar dan hikmat. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah, juga menyampaikan beberapa pesan dan saran bagi para pimpinan pondok.

Said mengatakan, kita sebenarnya terjebak di dalam rutinitas sehingga kita tidak melihat apa yang diperlukan oleh orang sekarang ini.

“Jika ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat kita harus pelajari ilmu keduanya. Selama ini pondok pesantren hanya mempelajari ilmu agama dan sekolah umum hanya mempelajari ilmu agama, sehingga seperti dua kutub yang tidak pernah bertemu,” ujarnya.

Said juga berharap kita harus mulai mengubah pola, jangan hanya memperlajari ilmu akhirat sehingga tidak tahu menahu sama sekali tentang dunia pun jangan hanya mempelajari ilmu dunia sehingga tidak tahu menahu hukum agama. Oleh karena itu, ilmu itu mutlak dua-duanya.

 “Selain itu, juga perlu menguasai bahasa. Coba saja buhan pian bisa bahasa jawa terus ceramah di lingkungan orang jawa, pasti anda langsung akur, klop banar. Jadi bahasa itu memang sangat diperlukan untuk alat, bukan untuk gaya-gaya’an. Oleh karena itu, ulun menghimbau pada kesempatan ini, mari kita lakukan pembangunan dua ilmu yaitu ilmu agama dan ilmu dunia di pondok-pondok yang pian pimpin,” imbuhnya.

Said juga berharap agar citra pondok yang kumuh, mandinya harus antri dan makan dengan ikan asin bisa dihilangkan. Diharapkan juga sarana pondok bisa dijadikan lahan bisnis dan mengajarkan pada santri agar berbisnis, contohnya seperti kolam ikan yang sudah diterapkan oleh beberapa pondok pesantren di Kota Banjarbaru.(ana)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: