oleh

Derita Kabut Asap, Menunggu Hujan Buatan Turun

KABUT ASAP datang lagi, seperti tahun-tahun lalu, dan kita mungkin hampir melupakannya. Masih melekat dalam ingatan ketika tahun-tahun telah lewat, kabut asap  di Kalimantan secara keseluruhan mengancam aktifitas banyak pihak. Bahkan, negara tetangga juga ikut teriak. Saat itu, hujan buatan pun turun.

Ditulis oleh: Harie Insani Putra

————————————–

Barangkali, saat ini tombol darurat asap belum dipencet oleh yang berwenang. Sehingga masalah kebakaran yang mengakibatkan asap cukup dipercayakan kepada helikopter yang bertugas sebagai ‘pengebom air’ dan pengerahan tim gabungan satgas Karhutla.

Disela-sela itu, kabar hujan buatan belum terdengar. Setetes airnya pun belum terasa di kulit. Padahal, tahun-tahun kemarin, hujan buatan hampir dikirimkan setiap minggu. Entah apa yang menjadi pertimbangan, yang hanya kita tahu adalah, kepala BPBD Kalsel Wahyuddin telah mengajukan permohonan hujan buatan kepada BNPB.

Sebagai orang awam yang tak begitu paham soal syarat sah mengolah hujan buatan, saya hanya menganggukan kepala terkait penjelasan Kepala Stasiun BMKG kelas 1 Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto.

“Jika tidak ada awan maka hujan buatan tidak bisa dibentuk. Kemungkinan awan bisa dibentuk pas akhir Oktober ini,” tandas Goeroeh melansir banjarmasin.tribunnews.com.

Dia juga melaporkan bahwa awal musim hujan, dari prakiraan paling cepat awal musim hujan Oktober di minggu terakhir.

Artinya, jika mengacu pernyataan di atas, derita kabut asap di Kalimantan masih bakal lama. Bagaimana tidak, persoalan mendasar dampak kabut asap adalah soal kesehatan atau nyawa manusia. Ini soal setiap kali tarikan napas yang bercampur asap. Bukan hanya 1 atau 2 jam, tapi 1 x 24 jam.

Di luar itu, jika duka kabut asap kian merebak, sementara penantian hujan buatan tak memiliki kepastian, sudah semestinya kita bermunajat, berdoa kepada Allah SWT, pemilik alam semesta, semoga mereka, kawan-kawan kita di luar sana yang tak mengenal waktu memadamkan api bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat. Pulang ke rumah dalam kondisi utuh, jiwa dan raga.

Bermunajat pulalah kita, semoga Allah, Tuhan yang maha berkehendak, mengasihani kita dengan kasih sayang-Nya, mengirimkan hujan, menguatkan masyarakat Kalimantan agar terhindar dari segala penyakit serius yang disebabkan asap.

Kepada pemerintah, baik di daerah dan pusat, “Bisakah Anda menangani kabut asap Kalimantan? Kami tunggu, ASAP!” []

Komentar

Berita Terkini