Dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, angka pengangguran periode Agustus 2020 – Februari 2021 mengalami penurunan.
BANJARBARU,koranbanjar.net – Di awal pandemi, banyak pekerja yang dirumahkan dan beberapa usaha yang gulung tikar, hingga menyebabkan banyak yang menganggur.
Kemudian di awal tahun 2021, data BPS menyatakan ada penuruan pengangguran. Agustus 2020 jumlah pengangguran di banua mencapai 103.648 orang.
“Di Februari 2021 turun menjadi 95.001 orang, ada penurunan sekitar 8.647 orang,” kata Kepala BPS Kalsel Moh Edy Mahmud.
Pengangguran yang tercatat, masyarakat yang masuk dalam penduduk usia kerja di atas 15 tahun. “Di usia itu berpotensi masuk pasar kerja,” ucapnya.
Lanjutnya, penduduk usia kerja di Kalsel dalam setahun terakhir mengalami peningkatan. Dari 3.13 juta orang Februari 2020, menjadi 3.18 juta orang di Februari 2021.
“Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, juga terjadi peningkatan penduduk usia kerja,” ujarnya.
Turunnya angka pengganguran, diungkapkan, karena semua lapangan pekerjaan mengalami kenaikan dalam menyerap tenaga kerja.
“Kecuali sektor pertanian, perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi yang mengalami penurunan,” ungkapnya.
Walau adanya peningkatan lapangan kerja dalam menyerap tenaga kerja, masih saja pandemi Covid 19 mempengaruhi dunia usaha.
“Saat ini masih ada 248 ribu penduduk usia kerja terdampak Covid 19,” sebutnya.
Dari 248 ribu orang tersebut, 12 ribu di antaranya menjadi pengangguran, 15.6 ribu tidak bekerja, 9.5 ribu menjadi bukan angkatan kerja.(maf/sir)