oleh

Corona Berpotensi Sebabkan Inflasi, BI Keluarkan Lima Langkah Antisipasi

BANJARMASIN, koranbanjar.net
Isu virus Corona merebak di mana-mana di seluruh dunia, hingga ke daerah khususnya Kalimantan Selatan. Tentu dikhawatirkan berpotensi mendorong terjadinya kenaikan harga barang-barang (Inflasi), karena masyarakat mengalami kepanikan disebabkan virus dari Negeri Tirai Bambu ini.

Hal ini menjadi sorotan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, ketika mengadakan perbincangan bersama awak media terkait inflasi, bertempat di ruang perpustakaan lantai 4 Kantor Wilayah Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kamis (5/3/2020).

Kepala Group Assismen Ekonomi Dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Rahmad Dwisaputra kepada pers menyampaikan ada 5 kebijakan BI dalam mengantisipasi inflasi akibat isu Corona(Covid 19).

Meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan dengan strategi triple intervensi, menurunkan rasio giro wajib minimum valuta asing, bank umum, konvensional, dan syariah, semula 8 persen menjadi 4 persen, sudah berlaku sejak 16 Maret 2020.

Berikutnya, menurunkan giro wajib rupiah sebesar 50 basis poin, dan akan diberlakukan mulai 1 April 2020 hingga sembilan bulan kedepan. Kemudian memperluas jenis dan cakupan penegasan(underline) transaction bagi investor asing. Agar investor global dapat menggunakan bank kas global ke domestik saat berinvestasi di Indonesia,”

“Selanjutnya memperbanyak likuiditas pasar keuangan domestik, suku bunganya kita turunkan, giro wajib minimum juga kita turunkan, artinya dana perbankan yang disalurkan ke masyarakat semakin bertambah, itu intinya,” jelas Rahmad.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring menghimbau kepada masyarakat agar jangan panik menghadapi virus Covid 19. Karena apabila dunia panik, permintaan barang semakin tinggi, sudah tentu harga melonjak naik.

“Masyarakat jangan panik, kita jaga kesehatan, proteksi selalu dilakukan tentunya sesuai standar kesehatan, jangan sampai terjadi inflasi yang signifikan atau besar-besaran,” imbaunya.

Selain berbincang mengenai inflasi, juga prospek membommingkan serta menggaungkan teknologi pembayaran digital yakni QRIS yang dinilai memiliki berbagai keunggulan bagi masyarakat Kalimantan Selatan serta memudahkan pembayaran secara non tunai.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: