Setelah sehari sebelumnya menggelar Bussines Motivation Pathway (BMP) untuk wilayah Kabupaten Banjar. SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) kembali menggelar kegiatan BMP di lokasi berbeda.
TANAHLAUT,koranbanjar.net – Kegiatan BMP ini dilaksanakan bagi Business Development Services Provider (BDSP) yang ada di Kab. Tanah Laut, dilaksanakan di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanah Laut, Rabu, (21/4/2021).
Tentunya pelaksanaan BMP kepada BDSP ini mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Dijelaskan Project Manager (PM) PPIU Kalsel, Angga Tri Aditya Permana, pelatihan Motivasi Bisnis dan Jejaring Usaha untuk BDSP bertujuan menyiapkan instruktur pelatihan dasar usaha pertanian bagi pengusaha muda.
Selain itu kegiatan yang diikuti sebanyak 19 peserta ini dilakukan untuk melihat dan menilai kesiapan BDSP untuk pengadaan kegiatan pelatihan dari segi Sarana Prasarana maupun SDM,
“Serta juga mengidentifikasi kapasitas apa yang perlu ditingkatkan dan dilatihkan kepada staf BDSP,” kata Angga.
Peserta BMP ini berasal dari Balai Latihan Kerja (BLK), Balai Pelatihan dan Penerapan Teknologi Pertanian (BP2TP) Tambang Ulang, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Universitas Lambung Mangkurat.
Ada pula dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lingkup Kabupaten Tanah Laut, Pusat Pelatihan Pertanian Dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kabupaten Tanah Laut.
Peserta BMP ini diberikan materi dari BLK Tanah Laut dan Praktisi, diantaranya membangun jiwa kewirausahaan, ide dan model bisnis, perencanaan bisnis, rencana aksi implementasi.
Manajemen SDM dan pemasaran, manajemen produksi dan operasi, manajemen keuangan, dan kemitraan bisnis.
Program YESS merupakan program bagi generasi milenial. Program merupakan kerjasama Kementerian Pertanian (Kementan), dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan.
“Meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda,” katanya.
Ditambahkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya.
Sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.
“Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” imbuh dia.
Selain itu Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda.
Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.(wd/Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru/dya)