Tak Berkategori  

Bukber TP PKK Kota Banjarbaru Diisi dengan Motivasi ESQ

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Hj. Ririen Nadjmi Adhani didampingi Ketua GOW Kota Banjarbaru, Hj Eny Apriati Darmawan Jaya mengadakan kegiatan pertemuan rutin PKK serta buka puasa bersama dengan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan se Kota Banjarbaru serta GOW Kota Banjarbaru. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Dinas (kediaman) Walikota Banjarbaru, Jumat (01/06).

Ririen mengatakan pertemuan ini merupakan bentuk kegiatan yang sangat positif dan tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada kita semua.

“Karena tidak hanya menjadi sarana untuk bertemu dan bersilaturahmi serta buka puasa bersama dengan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan se Kota Banjarbaru serta GOW Kota Banjarbaru, tapi juga untuk merekatkan tali persaudaraan melalui berbagai kegiatannya termasuk dengan adanya kegiatan buka puasa bersama ini. Dan dalam buka puasa bersama kali ini, juga diisi dengan pencerahan hati oleh Denny Kurniawan motivator ESQ di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Ririen menyampaikan bahwa sebelas bulan sudah kita lewati dengan datangnya bulan Ramadan ini, mari kita sedikit merenung, untuk berbuat hal yang baik dan juga untuk melakukan introspeksi diri atas segala sesuatu yang sudah kita perbuat dan jalani selama ini.

“Pada bulan Ramadan ini juga merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita berusaha agar dapat melakukan introspeksi diri terhadap segala apa yang pernah dan telah kita perbuat selama ini. Dalam bulan Ramadan begitu banyak hikmah dan berjuta hidayah yang bisa kita dapatkan, salah satunya melalui introspeksi diri. Insya Allah kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum,” jelas Ririen.

Denny Kurniawan motivator ESQ di wilayah Kalimantan Selatan menyampaikan tentang bagimana kita menjalani hidup. Seperti, kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.

“Kecerdasan spiritual digunakan untuk membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan Yang Maha Esa tentunya,” ujar Denny.(hmspemkobjb/ana)