oleh

Budiman Hakim Puji Dispersip Kalsel Karena Ini

BANJARMASIN, koranbanjar.net- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel mendatangkan Budiman Hakim, penulis, praktisi storytelling, dan marketer nasional.

Puluhan mahasiswa, pengusaha muda, serta ibu rumah tangga mengikuti Storytelling yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 1 Dispersip Kalsel, Banjarmasin, Senin (30/9/2019).

Storytelling atau berdongeng ini dibawakan oleh Budiman Hakim, mengedukasikan pengetahuan cara marketing melalui bercerita.

Budiman Hakim mengatakan, dirinya sangat terkesan dengan apa yang dilakukan Dispersip Kalsel.

“Tidak banyak perpustakaan daerah yang begitu peduli dengan dunia literasi sampai mendatangkan begitu banyak penulis dan penggiat literasi skala nasional seperti di Dispersip Kalsel ini,” ujarnya.

Peradaban sebuah negeri, katanya, diukur dari jumlah buku yang telah diterbitkan, dengan kegiatan dilakukan oleh perpustakaan.

“Luar biasa! Perpustakaan di Kalsel saya yakin dunia literasi khususnya Banjarmasin dan dunia literasi pada umumnya akan maju di masa mendatang. Saya selalu tanamkan motivasi nasihat diberikan oleh ayah saya, kepada beberapa pesert; sebelum mati buatlah minimal satu buku,” tandasnya.

Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie mengatakan, perpustakaan bukan hanya sekedar tempat membaca buku dan meminjam buku, tetapi pusat aktivitas masyarakat untuk meningkatkan kualitas keterampilan seseorang, meningkatkan kualitas perekonomian suatu daerah hingga bangsa.

“Kita mengundang berbagai genre penulis, tetapi tetap ada keterkaitannya dengan dunia penulisan, dan yang kita datangkan sekarang ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana berjualan lewat cerita,” kata Hj Nurliani Dardie

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk sasaran peserta ialah masyarakat umum, karena perpustakaan umum sehingga tidak membatasi siapa saja yang berminat.

“Tentunya mereka yang ikut ini ingin memasarkan prodak-prodaknya,” ujarnya.

Awalnya Dispersip Kalsel membatasi jumlah peserta mendaftar yakni sebanyak 40 orang karena keterbatasan ruangan, dikarenakan Aula Dispersip Kalsel dalam tahap rehab.

“Tapi karena permintaan banyak hingga mencapai 75 orang jadi kita terima. Sebenarnya banyak lagi yang berminat di antaranya anak-anak PSBN di Sungai Paring,” kata Hj. Nurliani. Kemudian ia menawarkan untuk menjadi tuan rumah kegiatan sore hari.

“Kebetulan mereka bersedia, mereka juga mengundang tuna netra di sekolah-sekolah lainnya, dan di sana aulanya cukup besar,” imbuh Kepala Dispersip Kalsel. (ags/dra)

Komentar

Berita Terkini