oleh

BKK SMKPPN Banjarbaru Fasilitasi Rekruitment Tenaga Kerja Bidang Pertanian, Bagaimana Mekanismenya?

BANJARBARU,KORANBANJAR.NET – Sepak terjang Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKPP Negeri Banjarbaru terus menunjukkan taringnya dalam memfasilitasi para pencipta tenaga kerja (job creator) dengan para pencari kerja (job seeker).

BKK SMKPP N Banjarbaru tidak hanya memfasilitasi lulusan dari SMKPP N Banjarbaru saja, nilai plusnya juga fasilitasi bagi lulusan sekolah lainnya. Salah satunya memfasilitasi perekrutan tenaga kerja PT. Kencana Agri untuk mencari tenaga kerja di bidang perkebunan kelapa sawit di SMKPP N Banjarbaru.

“Salah satu peran BKK SMK adalah memfasilitasi perusahaan atau dunia usaha/dunia industri dengan para pencari kerja dari lulusan SMK,” ucap Ketua BKK SMKPP N Banjarbaru Angga Tri AP.

Perekrutan tenaga kerja oleh PT. Kencana Agri ini untuk mencari tenaga kerja yang akan dijadikan supervisor atau disebut mandor di perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

“Kerjasama dengan PT. Kencana Agri kembali memfasilitasi para alumni lulusan SMKPP N Banjarbaru untuk bekerja di perusahaan tersebut. Namun pada kegiatan kali ini, pesertanya tidak hanya dari SMKPP N Banjarbaru, ada juga lulusan daerah lain seperti dari Tanjung dan Paringin,” ujarnya.

Perekrutan ini juga menjadi kesempatan bagi BKK SMKPP N Banjarbaru untuk dapat menambah mitra, pengetahuan dan tentunya pengalaman dalam mefasilitasi pelaksanaan kegiatan perekrutan dan tentunya menggali info terkait tenaga kerja yang dibutuhkan dewasa ini.
“Pada kegiatan ini juga, BKK SMK PP NBanjarbaru berkesempatan sharing-knowledge dengan pihak perusahaan terkait duni kerja dan tenaga kerja. Dari diskusi dapat disimpulkan bahwa kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh para lulusan adalah pada kemampuan berhitung dan mental agar siap bekerja pada kondisi dan budaya kerja perusahaan,” katanya.

Sementara itu, salah satu perekrut tenaga kerja PT. Kencana Agri, Heri mengatakan, Pengetahuan dan keterampilan pada bidang perkebunan sawit akan lebih diperdalam lagi secara teknis pada training-training lanjutan setelah diterima.

“Pengalaman dari perusahaan, ilmu atau keterampilan yang diperoleh di sekolah masih belum teknis, sehingga keterampilan yang sifatnya lebih teknis diperdalam ketika para pelamar tes sudah diterima sebagai karyawan,” pungkasnya. (wd/maf)

Komentar

Berita Terkini