Bimbingan teknis (bimtek) kelima tahun 2021 bagi Petani dan Penyuluh Pertanian, dilaksanakan di Kabupaten Berau, Kecamatan Sambaliung, Kaltim, Senin (8/3/2021).
BERAU, koranbanjar.net – Agenda itu dipelopori SMK PP Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan).
Turut hadir sebanyak 40 peserta terdiri dari Petani, Petani Milenial, Poktan, Gapoktan dan Penyuluh Pertanian.
Peserta mendapatkan materi terkait teknik budidaya tanaman padi pada lahan tadah hujan, pasang surut, dan lahan kering.
Selain itu, tentang teknik pengelolaan budidaya padi dengan PTT. Serta,enggunakan pengamatan PHT untuk hama dan penyakit.
Kepala SMK PP Banjarbaru, Budi Santoso mengaku, bertujuan meningkatkan bimtek. Sesuai kemampuan, kapasitas dan transfer teknologi kepada petani dan penyuluh.
“Sehingga, dapat bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing dan berwawasan global”, ucapnya.
Digelarnya bimtek ini, merupakan upaya dari Kementan dan Komisi IV DPR RI. Sebab, semua peserta sebagai agen perubahan peradaban pertanian dan peningkatan produktivitas pertanian.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, sangat menaruh perhatian terhadap penyuluh.
Menurutnya, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia. Khususnya, melalui Kostratani.
“Sumber Daya Manusia (SDM) dapar meningkatkan produktivitas pertanian. Terbesar, yang mampu menyumbang 50 persen,” ucapnya.
Mentan, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pentingnya pemanfaatan kostratani sebagai garda terdepan penyuluh di kecamatan.
“Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, diperlukan SDM yang berkualitas. Terutama, kualitas petani dan penyuluh sebagai garda terdepan,” pungkasnya. (SMK PP Banjarbaru/ykw)