,

Berenang ke Siring, Jenazah Imam Tersangkut di Kedalaman Air

oleh -291 views
KORBAN TENGGELAM - Jenazah Imam Febri ketika ditemukan di Sungai Martapura.(foto:B24)
KORBAN TENGGELAM - Jenazah Imam Febri ketika ditemukan di Sungai Martapura.(foto:B24)

Seorang pemuda bernama Imam Febri (16), telah berenang dari Sungai Martapura depan Jalan RK Ilir menuju Siring Balai Kota Banjarmasin pada Rabu (20/01/2021). Karena arus deras, dia tidak sempat mencapai tujuan, sehingga tenggelam. Sekitar 19 jam kemudian, Imam Febri ditemukan sudah tak bernyawa di kedalaman air.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Jenazah Imam Febri (16), warga Jalan Kelayan B, Gang Setia Rahman, Kota Banjarmasin, berhasil ditemukan relawan penyelam water rescue Banjarmasin, sekitar pukul 11.10 Wita, Kamis (21/01/2021).

Jenazah pemuda ini ditemukan dalam posisi tersangkut di kedalaman, sebab terakhir kali korban berenang mengenakan baju dan celana pendek.

Koordinator Operasi dan Pertolongan Basarnas, Andi Zainudin mengungkapkan, jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam. “Korban ditemukan masih di seputaran lokasi tenggelam,” katanya.

Selanjutnya atas permintaan pihak keluarga, korban langsung dibawa relawan emergency ke rumah duka. “Tadi pihak keluarga minta langsung dibawa ke rumah duka,” ungkap Andi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban diduga tenggelam Rabu, (20/01/2021) sekitar pukul 18.40 Wita. Lokasi korban tenggelam tepatnya di siring kawasan Balai Kota Banjarmasin. Saat itu korban berenang tidak sendiri, ia berenang bersama tiga teman lainnya. Mereka berenang dari Jalan RK Ilir, samping lapangan basket Pekauman.

Diceritakan M Lutfi (18), teman korban, mereka awalnya mulai berenang pukul 17.00 wita, dengan tujuan siring Balai Kota Banjarmasin. Tujuan mereka sampai ke Siring Balai Kota ternyata gagal, karena arus sungai deras membawa mereka sampai di sisi siring lainnya. “Karena arus deras kami naik di kapal tongkang,” katanya.

Saat itu jelas Lutfi ia melihat korban mencoba memegang ban yang tertambat di badan tongkang, namun usaha korban gagal. “Pas naik saya kira Imam berenang ke tepi,” ujarnya.

Kemudian Lutfi dan dua temannya mencari korban, sekira 30 menit, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil. “Sempat dicari tapi tidak ketemu, baru kami lapor ke Puskesmas,” ungkapnya.

Lanjut Lutfi menjelaskan, terakhir kali korban terlihat sedang berenang menggunakan baju hitam dan celana pendek, kotak-kotak.(B24/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan