Atap Dinding Panjat Tapin Seharga Rp 15 juta Tergulung

  • Bagikan
Kondisi atap dinding panjat di kawasan Rantau Baru, Tapin, usai diterpa angin. (Foto: Sandy/koranbanjar.net)

Atap dinding panjat yang sehari-harinya digunakan para atlet panjata tebing Tapin untuk latihan, tergulung akibat diterpa angin, Sabtu (19/12/2020) kemarin.

TAPIN, koranbanjar.net – Plt Kabid Sarana, Prasarana dan Kemitraan Dinas Pemuda dan Olaharaga Tapin, Eddy Wahyuriady mengatakan, pengerjaan proyek atap dinding panjat tersebut baru selesai sebulan lalu.

“Anggarannya Rp 15 juta mengunakan biaya perawatan,” ujarnya, Senin (22/12/2020) sore.

Dia menjelaskan, tergulungnya atap bahkan hingga nyaris lepas seluruhnya itu akibat terpaan angin yang sering terjadi belakangan ini. “Tingginya sekitar 14 meter kalau tidak salah, dan tidak ada pohon-pohon yang melindungi,” jelasnya.

Rencananya, lanjut dia, atap tersebut segera diperbaiki pada awal tahun depan dengan menggunakan APBD 2021. “Kami sudah konsultasi sama tukang, supaya tahan bila kena angin,” ucapnya.

Menurut dia, perbaikan atap tidak termasuk dalam proyek lanjutan pembangunan dinding panjat yang dilaksanakan akhir tahun ini. “Bukan bagian dari proyek, hanya termasuk pemeliharaan di bidang sarana dan prasarana,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan proyek sarana panjat dinding itu sempat mangkrak atau tertunda, Kemudian, penganggarannya dilakukan kembali dengan nilai kontrak Rp 419 juta. Dana tersebut untuk penyelesaian sekretariat Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia Kabupaten Tapin, ruang karantina atlet. (MJ-031/dny)

NEWS STORY
  • Bagikan