oleh

Abah Said Wafat, Bupati Banjar Ikut Berduka

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Wafatnya salah satu ulama Martapura, KH Said Marzuki, Rabu (29/08/2018) kemarin, sekitar pukul 13.30 wita meninggalkan duka yang mendalam, khususnya bagi masyarakat Martapura.

Bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, kesedihan juga datang orang nomor satu di Kabupaten Banjar, Bupati Banjar H Khalilurahman yang turut hadir pada prosesi pemakaman KH Said Marzuki Kamis (30/08/2018) sore di Komplek Pemakaman Keluarga, Desa Dalam Pagar, tepatnya di depan rumah duka.

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu menuturkan, wafatnya KH Said Marzuki membuat Kabupaten Banjar sangat kehilangan sosok ulama yang sangat dicintai itu.

“Beliau adalah salah satu tokoh di Martapura, beliau juga banyak berkiprah semasa hidup dalam membantu orang yang sedang kesusahan, dan Kabupaten Banjar sangat kehilangan sosok ulama yang sangat sederhana, juga tawadhu,” katanya.

Selain itu Bupati Banjar yang  juga besan dari KH Said Marzuki itu menceritakan pengalaman bersama almarhum yang dikenalnya sejak kecil.

“Saya dan beliau adalah besan, dan kita juga sudah kenal sangat lama. Kita doakan saja, semoga beliau mendapat rahmat Allah Swt,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan mantan Bupati Banjar sebelumnya, yang turut berhadir pada acara prosesi pemakaman, Sultan H. Khairul Saleh.

Sultan Khairul Saleh menceritakan pengalaman bersama KH Said Marzuki, terutama di saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Banjar.

“Saya dengan beliau berhubungan, berkomunikasi, sering belajar kepada beliau, bahkan sebelum saya menjadi Bupati, hampir seminggu 3 kali saya selalu di rumah belaiu setiap malam. Beliau sosok yang penyayang, pemurah, dan tidak pernah marah,” katanya.

Bahkan Sultan Khairul Saleh juga menceritakan pengalaman bepergian bersama KH Said Marzuki.

Salah satu kenangan sultan bersama KH Said Marzuki adalah saat makan di rumah almarhum, dia selalu diajak makan menggunakan piring yang pernah digunakan Syekh Arsyad Al-Banjari. (sai/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: