oleh

Terdampak Kekeringan, Warga Desa Rampa Terpaksa Mandi Satu kali Sehari

KOTABARU, koranbanjar.net – Kemarau yang melanda wilayah Kotabaru membuat banyak desa menjadi kekeringan. Bahkan untuk menghemat air, tak jarang warga harus mandi satu kali sehari.

Bantuan air bersih sebenarnya sudah ada. Namun tidak dilakukan secara menyeluruh. Salah satunya Desa Rampa di Kecamatan Pulau Laut Utara.

Warga setempat yang tidak mendapat bantuan air bersih terpaksa harus membeli air setiap hari. Air bersih dibeli warga seharga Rp 15 ribu per 225 liter.

“Itupun harus dihemat. Untuk mandi cuman cukup satu kali sehari karena harus dibagi untuk cebok setelah BAB, mandi serta kebutuhan memasak dan lainnya,” kata warga Desa Rampa RT 7, Misdarina.

Namun, menurut Misdarina, saat ini kesulitan air di desanya mulai teratasi karena adanya bantuan air dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru.

“Kami bersyukur ada pembagian air bersih dari kejaksaan. Rabu (2 September) kemarin saya dapat pembagian lumayan banyak. Itu cukup untuk kebutuhan sampai lima hari,” ucapnya.

Kepala Kejari Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo mengatakan, bantuan pembagian air dilakukan karena pihaknya prihatin dengan keadaan warga yang saat ini terdampak kekeringan.

“Saya prihatin melihat warga kesulitan air, makanya kami berinisiatif untuk membagikan air bersih ini kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bantuan air dikirim kepada warga setiap dua hari sekali, seperti yang dilakukan pada Selasa (1/10/2019) kemarin.

“Kami berupaya membantu warga, karena air memang penting sekali. Harapan kita, air yang dibagikan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (cah/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan