Wujud Cinta Abah Guru Sekumpul, Tiga Bocah Ini Naik Sepeda dari Kapuas

oleh -449 views

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Mengaku cinta kepada Abah Guru Sekumpul, 3 anak berumur 13 tahun ini nekat berangkat dari Kapuas gunakan sepeda guna menghadiri sang Ulama Abah Guru Sekumpul.

Saat ditemui koranbanjar.net, Sabtu (09/03/2019) diketahui 3 anak tersebut bernama Akhmad KhuSairi (13 tahun), Amir Muhammad (13 tahun), dan Muhammad Fariz MauLana (13 tahun). Cuma bermodalkan yakin dan uang sekitar Rp100 ribu, ketiga anak ini nekat berangkat dari Kapuas menuju Sekumpul dengan mengayuh sepeda.

Menurut pengakuan Akhmad Khusairi alias Sairi dirinya sangat senang dan bahagia karena dapat berhadir di peringatan Haul Abah Guru Sekumpul dan bersyukur karena mendapat izin dari orang tua.

“Kami berangkat sejak pagi Jumat (pukul 7.30 wita) dan sampai pada siang hari setelah sholat Jumat,” ujarnya

Sementara itu, berbeda dengan Sairi temannya yang bernama Amir Muhammad alias Amir mengaku awalnya tidak diberikan izin dari orang tua, tetapi karena kemauan yang kuat lama-kelamaan akhirnya diberikan izni juga.

Rupanya, keberangkatan 3 sekawan itu sudah direncanakannya sejak 1 bulan yang lalu. Hal itu, didasari dari pengakuan Sairi pada saat keberangkatannya menuju Sekumpul, dirinya hanya mampu membawa uang Rp100 ribu yang merupakan hasil dari menyisakan uang jajan selama satu bulan.

“Ya, ulun sisih akan ai, sehari 5 ribu sampai akhirnya tekumpul 100 ribu sekitar satu bulan,” pungkasnya

Rupanya keberangkatan 3 anak dari Kapuas ini, menuju Sekumpul bukan tanpa sebab, melainkan rasa cinta kepada sosok Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani.

“Karena rasa cinta kami kepada Abah Guru Sekumpul, kami rela mengayuh sepeda,” tegas Amir

Selain itu, diungkapkan 3 sekawan itu, selama perjalanan mereka mendapatkan cobaan dan pengalaman baru. Seperti Sairi, dirinya harus kehilangan sendal pada saat pulang dari salah satu masjid daerah Banjarmasin. Sedangkan, M. Faris Maulana alias Lana harus merasakan kesakitan karena tertusuk serpihan kayu saat beristirahat di salah satu tikungan yang ada di Sungai Tabuk.

Namun niat mereka tetap mantab untuk menghadiri peringatan haul Abah Guru Sekumpul. Direncanakan mereka akan pulang ke Kapuas pada hari Senin (11/03/2019), mereka berharap pada saat pulang nanti, ada jamaah yang berkenan mengantarnya pulang bersama sepedanya menggunakan mobil, namun jika tidak ada yang mengajak mereka mengaku tidak akan mengeluh. (fia/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan