BNN

Webinar Literasi Tanah Bumbu; Sisi Positif Sosial Media dengan Literasi

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Tanah Bumbu.
Webinar Literasi Digital Tanah Bumbu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Sisi Positif dari Sosial Media dengan Literasi,’ Senin (30/8/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Bumbu M Zairullah Azhar, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net – Diskusi ini dipandu moderator Aulia Mawardika, yang menghadirkan narasumber pertama yaitu, Ndoro Kakung dengan materi ‘Jempolmu Harimaumu, Jaga Jejak Digitalmu.’

Ia mengatakan, setiap orang mempunyai sudut pandang berbeda dalam melihat informasi, karena pengaruh pengalaman, budaya, pendidikan, dan tingkat melek digital.

Dan begitu diposting komentarmu, tulisanmu, kontenmu akan tersimpan sepanjang masa di internet, meskipun dirimu telah tiada. Jejak digitalmu nyaris mustahil dihapus.

“Satu-satunya cara menjaga jejak digital adalah mengendalikan jempol dan jari-jarimu,” tutur Ndoro Kakung.

Selanjutnya narasumber kedua Aries Eko Wibowo dengan materi tentang ‘Digital Skills In Action: Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital.’

Aries menjelaskan, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lainnya.

“Di era digital ini sangat diperlukan pembelajaran yang variatif. Dengan tatap maya, guru dan siswa, mahasiswa dan dosen, semua harus bisa memanfaatkan cara belajar di mana saja dan kapan saja,” tuturnya.

Aries menambahkan, agar pembelajaran online dapat dilakukan secara efektif dan sukses yakni dengan;

  1. Kelola waktu dengan baik.
  2. Carilah tempat nyaman.
  3. Siapkan perangkat yang dibutuhkan.
  4. Komunikasi dengan guru dan teman belajar.
  5. Jaga kebersihan.

Narasumber ketiga Marsha Risdasari dengan materi tentang ‘Memahami Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital.’

Marsha mengatakan, Batasan dalam berekspresi di dunia digital yang bisa dilakukan demi kebebasan berekspresi di internet yaitu;

  1. Hati-hati bermedsos.
  2. Lindungi identitas.
  3. Edukasi masyarakat.
  4. Hapus akun-akun nyinyir.

“Secara tidak langsung dengan adanya kebebasan berekspresi di ruang digital ini mendorong netizen untuk memanfaatkan hal tersebut menjadi sebuah konten yang bisa membuahkan keuntungan secara komersil,” tuturnya.

Terakhir disampaikan narasumber Wagiati dengan materi tentang ‘Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital.’

“Literasi Digital ialah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi,” ucap Wagiati.

Manfaat literasi digital yaitu, menghemat waktu, lebih hemat biaya, belajar lebih cepat dan efisien, memperoleh informasi terkini dengan cepat, ramah lingkungan, memperkaya keterampilan, memperluas jaringan, dan membuat keputusan yang lebih baik.(m-37/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 2 =