Baznas

Webinar Literasi Digital Kotabaru; 5 Hal yang Terkandung Dalam Informasi Hoax  

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Kabupaten Kotabaru.
Webinar Literasi Digital Kabupaten Kotabaru.

Dalam Webinar Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi kali ini Kabupaten Kotabaru telah membahas “Bijak Bersosial Media dengan Literasi Digital.”

KOTABARU, koranbanjar.net – Webinar Literasi Digital Kotabaru di Kalsel langsung dibuka Samuel Abrijani Pangerapan, Kamis (12/8/2021) serta dipandu Moderator Aulia Mawardika.

Webinar ini menghadirkan narasumber, Beauty Enthusiast Nattaya Laksita, Part of HIPPERMAHKSC Muhammad Dzar Alqhiffary S.Day, Oil and Gas Profesional Grandika Primadani, dan Presiden Mahasiswa Politeknik Kotabaru Rifqi Akmal Maulana.

Narasumber pertama Grandika Primadani membahas tentang, “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax”, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang informasi hoax sehingga peserta diharapkan lebih memiliki rasa tanggung jawab atas informasi yang diperoleh.

BACA:  Kepala Staf TNI AL: Tetap Fokus Tangani Covid-19

“Rendahnya literasi digital membuat Indonesia mudah percaya hoax. Penyebaran berita hoax dan perundungan siber atau bullying yang masif menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat keadaban yang rendah di dunia maya,” tuturnya

Ia memberikan beberapa hal yang melekat pada hoax yaitu :

  1. Pesan tidak menggunakan unsur 5W + 1H.
  2. Sumber beritanya berasal dari pihak yang tidak dapat dipercaya.
  3. Gambar, foto atau video yang dipakai merupakan rekayasa.
  4. Menggunakan kalimat yang provokatif.
  5. Mengandung unsur politis dan SARA.

Narasumber kedua Muhammad Dzar Alqhiffary S. Day, dengan pembahasan “Cara Menggunakan Dompet Digital Dalam Transaksi Elektronik,”

Adapun kelebihan E-Wallet yaitu, terhindar dari uang palsu, transaksi lebih cepat, menghindari penyebaran virus dan bakteri, dan banyak promo.

BACA:  Hari Raya Idul Adha, Pemkab Kotabaru Berkurban Sapi 25 Ekor

Sedangkan kekurangan dari walet yaitu, mechant masih terbatas, ada biaya transaksi, menjadi lebih konsumtif, hanya bisa digunakan untuk berbelanja dan membayar tagihan.

Nattaya Laksita membahas tentang “Internet Addiction: How Much It Is Too Much.”

Nattaya menjelaskan, Internet Addiction adalah gangguan yang terjadi akibat penggunaan internet.

“Seperti kecanduan lainnya, Internet Addiction dipandang sebagai psikofisiologikal yang melibatkan tolerance, withdrawal symptom, gangguan efeksi dan terganggunya hubungan sosial,” tuturnya

Mereka yang menderita kecanduan internet menghabiskan lebih banyak waktu sendirian daripada berinteraksi dengan orang-orang dalam kehidupan nyata.

BACA:  Raperda PDAM Dibahas Jamin Ketersediaan Air Bersih

Ia juga memberikan tips untuk mengurangi atau menghindari kecanduan internet yaitu, memiliki hobi, lakukan detoks internet secara berkala, perbanyak interaksi langsung dengan orang-orang di sekitar, carilah hiburan di dunia nyata, dan kurangi durasi online sedikit demi sedikit.

Terakhir pemaparan dari narasumber Rifqi Akmal Maulana tentang “Bijak Sebelum Mengunggah di Sosial Media.”

Hal positif yang dilakukan di media sosial yaitu, sebagai alat promosi, keterampilan sosial, menjaga tali silaturahmi, memperluas jaringan pertemanan dan mengakses informasi.

Adapun hal negatif yang dilakukan di media sosial yaitu, menjauhkan orang-orang, interaksi menurun, kecanduan, konflik, dan pengaruh buruk.(mj-37/sir)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *