BNN

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Pemanfaatan Digital untuk Indinonesia Lebih Sehat

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Banjarmasin.
Webinar Literasi Digital Banjarmasin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Pemanfaatan Digital untuk Indinonesia Lebih Sehat” di Kota Banjarmasin, Sabtu (2/10/2021) pukul 10.00 Wita.

BANJARMASIN, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr Fiska Suratmono yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Di era pandemi saat ini banyak jasa dokter menggunakan aplikasi, tanpa bertatap muka secara langsung. Fasilitas kesehatan sudah teroneksi dengan internet, data pasien sudah bisa terdaftar di sebuah file dan rekam medis pasien bisa dilihat lebih prkatis,” tuturnya

“Sebagai seorang dokter harus bisa menyimpan rahasia medis, rekam medis pasien, dan seorang pasien memiliki hak untuk memilih dokter yang mereka inginkan,” pungkasnya

Narasumber kedua, Ir Sulaiman Hamzani yang membahas materi tentang “Edukasi Pengolahan Air di Era Digital”

Ia memaparkan menurut McDonald, setiap orang menghasilkan limbah padat sebanyak 280 hingga 530 gram perhari dan limbah cair sebanyak 600 hingga 1.130 gram perhari. Diketahui satu gram limbah padat manusia mengandung sepuluh ribu virus, satu juta bakteri, seribu cysta parasit, dan seratus telur cacing.

“Beberapa permasalahan kualitas air biasanya terdapat pada air di dalam kemasan yang dapat terjadi kontaminasi chlor sebagai desinfeksi kemasan, kemudian ada air PDAM yang jaringan distribusinya ada pipa yang menimbulkan karat dan bakteri, serta air permukaan sungai yang penuh polusi, limbah kimia, pestisida, dan deterjen,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Alicia Beverly Weley yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

Alicia menjelaskan, etika digital mengacu pada studi tentang implikasi teknologi pada lingkup sosial, politik dan moral masyarakat.

Beberapa contoh penyimoangan etika dunia digital, yaitu;

1. Komunikasi yang tidak pantas

2. Mengakses materi yang tidak pantas

3. Penindasan dunia maya, pelecehan dunia maya, dan penguntit dunia maya

4. Pencurian identitas

Terakhir narasumber Dr Mahdalena dengan materi tentang “Keamanan Digital”

“Dampak dunia digital ada yang positif dan negatif. Dampak positifnya adalah di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, jasa, dan bisnis. Sedangkan dampak negatifnya seperti pelanggaran hak cipta, kejahatan siber, pornografi, dan penipuan,” tuturnya

Adapun cara melindungi data pribadi di media sosial, yaitu;

1. Menyembunyikan tanggal lahir

2. Jangan pasang lokasi di postinga

3. Jangan posting kartu identitas

4. Hapus pertemanan dengan orang tak dikenal

5. Jangan terlalu menunjukkan situasi pekerjaan kita (lala)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − four =