Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Mengenal Keterampilan Digital di Era Pandemi

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Banjarmasin.
Webinar Literasi Digital Banjarmasin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Mengenal Keterampilan Digital di Era Pandemi.” di Kota Banjarmasin, Kamis (21/10/2021) pukul 10.00 Wita.

BANJARMASIN, Koranbanjar.net – Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Rio Brama, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Nangin dengan materi Belanja Online.

“Yang dibeli satu aja tapi muternya tiga jam, sebenarnya dengan belanja online itu menjawab keresahan aku dengan menghindari muter berjam-jam jadi tinggal dengan satu klik saja,” tuturnya.

Narasumber kedua Syafruddin Noor dengan materi tentang ‘Literasi Digital’.

Syafruddin mengatakan, pengetahuan serta Kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya dalam menemukan dan membuat informasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung Masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca,” tuturnya.

Adapun, manfaat literasi digital yaitu:

1. Kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu.

2. Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berfikir serta memahami informasi.

3. Meningkatkan kemampuan verbal. Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu.

4. Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis Informasi.

Selanjutnya narasumber ketiga Shafa Azahra Siregar dengan materi tentang ‘Mengenal Artificial Intelligence’.

“Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan program komputer yang dibuat sedemikian rupa dan dirancang untuk mengikuti pola pikir dan tindakan manusia,” ucapnya.

Faktor-faktor dalam Artificial Intelligence yakni:

1. Acting Humanly. Sistem yang dapat bertindak layaknya manusia.

2. Thinking Humanly. Sistem yang bisa berpikir seperti halnya manusia.

3. Act Rationally. Sistem yang mampu bertindak secara rasional.

4. Think Rationally. Sistem yang mampu berpikir secara rasional.

Kata dia, pentingnya Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan, dengan kemajuan teknologi yang ada, sudah seharusnya AI hadir dalam sektor pendidikan untuk membantu kegiatan belajar mengajar lebih efisien dan mudah.

Manfaat bagi siswa yakni, bisa belajar di mana saja, dapat menyesuaikan kebutuhan siswa, dan mentor virtual.

Kemudian, manfaat bagi guru dan sekolah yakni, dapat menganalisis kelemahan siswa, penghematan biaya, pengelolaan sekolah lebih efisien, pendekatan yang optimal dengan siswa.

Terakhir narasumber Susiana dengan materi tentang ‘Bijak Beretika di Internet’.

Delapan etika bermedia sosial ialah:

1. Hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi ke publik.

2. Gunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapapun di media sosial.

3. Hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal.

4. Pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung SARA.

5. Manfaatkan media sosial untuk membangun jaringan atau relasi.

6. Pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah.

7. Jangan mengunggah apapun yang belum jelas sumbernya.

8. Memanfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri.

“Jadilah generasi santun, sopan dan beretika di dunia digital,” tuturnya. (Jwt)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *