Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Tabalong
Webinar Literasi Digital Tabalong

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya” di Kabupaten Tabalong, Kamis (18/11/2021) pukul 14.00 Wita.

TABALONG, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Caesar Demas Edwinarta dengan materi tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Proses Transformasi Digital Digital”.

Ia memaparkan, budaya merupakan serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi pada suatu wilayah tertentu.

Cara memahami peran budaya dalam ruang digital, yakni;

1. Masyarakat memahami peranan sebagai pengguna dan pengawas dalam ruang digital

2. Mewaspadai segala bentuk kejahatan digital melalui e-mail, tautan, ataupun file.

3. Menghargai setiap karya orang lain dengan menjaga emosi dan menghindari pemikiran negatif terhadap karya orang lain

Narasumber kedua, Muhammad Sukma Dwiyanto yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.

“Rekam jejak digital merupakan sebuah jejak yang kuta tinggalkan baik secara sadar maupun tidak sadar saat kita menggunakan perangkat digital. Contoh rekam jejak digital, seperti riwayat briwsing dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi,” paparnya.

“Menjaga rekam jejak digital sangat penting karena dengan jejak digital yang terjaga, maka kita akan terhindar dari masalah-masalah di kemudian hari seperti tersandung kaaua yang berkaitan dengan UU ITE,” tegasnya.

Narasumber ketiga yaitu Eiza Maghfira yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”

“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertinbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya

“Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Kita juga tentu ingin mencari konten yang baik untuk kita ketika sedang berselancar di dunia internet. Etika yang dapat kita lakukan saat berinternet, yaitu memperhatikan bahasa komunikasi, memperhatikan privasi, menghindari SARA, dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita,” pungkasnya

Terakhir narasumber Awiek Hadi Widodo yang menyampaikan materi tentang “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”

“Pada era saat ini ketika kita ingin memiliki usaha sendiri banyak dilakukan dengan cara membuka toko online, agar toko online berkembang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa target pasar toko, apa yang ingin dijual, serta produk yang dijual harus sesuai dengan passion yang kita miliki,” jelasnya

“Tips agar toko online dapat berkembang, dasar yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari menjual peoduk yang simpel dan kasual, membuat konten yang unik dan menarik, lakukan segnentasi terhadap siapa target pasar produk yang dijual, libatkan promosi produk melalui influencer, dan giat melakukan peduli sosial agar menarik perhatian oleh konsumen,” pungkasnya. (lala)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *