Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara
Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?” di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (16/11/2021) pukul 14.00 Wita.

HSU, Koranbanjar.net – Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSU Abdul Wahid, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Akhmad Riduan.

Riduan mengatakan, pandemi covid 19 yang terjadi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan, dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampak dari terjadinya pandemi ini.

“Pandemi ini pun memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan,” tuturnya.

Literasi digital kata Ridwan, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan mempelajari ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas, dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer.

Percakapan ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan proses pembelajaran. Kecakapan ini pula perlu dimiliki oleh guru, dosen, mahasiswa, peserta didik bahkan oleh kalangan yang berkepentingan untuk pembelajaran.

Narasumber kedua Norsanti dengan materi tentang ‘Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital’.

Kata dia, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui pendidikan.

“Pentingnya peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital yang perlu diperhatikan yakni, aspek keseimbangan, aspek keselamatan, tugas keamanan, aspek perundungan siber dan aspek hak cipta atau plagiarisme,” tuturnya.

Ia menambahkan, Budaya literasi sangat penting diterapkan di dunia pendidikan terutama di era digital. Hal tersebut dapat membantu peserta didik untuk memilih dan memilah informasi yang masuk melalui digital.

Upaya komunitas akademik dalam membudayakan literasi digital ialah, mengenalkan materi berbasis digital, mengevaluasi hasil sumber informasi digital, penekanan keterampilan mengkritisi informasi digital, dan memberi pemahaman tentang perangkat hukum lingkungan digital.

Narasumber ketiga Irwan Zasir dengan materi tentang ‘Basic Knowledge dan Rules Usaha Online’.

Irwan menjelaskan, kecakapan digital adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang menghadapi tantangan digitalisasi saat ini secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu adaptif dan responsif.

“Terutama dari sisi pemahaman dan penguasaan perangkat teknologi,” ucapnya.

Basic knowledge dan rules usaha online ialah, jujur, fast respon, tepat waktu, personal service dan membantu konsumen untuk membeli.

Kemudian, sosial Digital marketing ialah, kemampuan berkomunikasi online, desain dan fotografi dasar, pemasaran, teknik copywriting, dan administrasi juga keuangan dasar.

Terakhir narasumber Reno Affrian dengan materi tentang ‘Rekam Jejak Digital’.

Reno mengatakan, era digital merupakan suatu kondisi kehidupan atau zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi.

“Dampak positif internet ialah memudahkan komunikasi, pencarian informasi, transaksi bisnis, sarana belajar dan media untuk berkarya. Sedangkan dampak negatif internet yakni penyebar hoax, penipuan dan aksi kejahatan, Bullying, dapat menyebabkan kecanduan serta peretasan,” tuturnya. (Jwt)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *