Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital HSS: Memasuki Internet dengan Aman Melalui Literasi

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital HSS: Memasuki Internet dengan Aman Melalui Literasi

Hulu Sungai Selatan kembali menjadi target pelaksanaan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital” oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Program berbentuk Webinar Literasi Digital kali ini mengangkat tema Memasuki Internet Dengan Aman dan Melalui Literasi.

KANDANGAN, Koranbanjar.net – Program ini berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Senin (19/7/2021) Pukul 02:00 Wita. Seperti sebelumnya, ajang virtual ini menghadirkan berbagai narasumber hebat dan yang pastinya berkompeten di dalam bidangnya.
Kegiatan yang dilaksanakan via zoom ini berjalan sukses. Peserta dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang mengikuti kegiatan ini cukup antusias dan mereka mendapatkan e-sertificate sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya mengikuti kegiatan ini hingga selesai.

Sementara untuk peserta beruntung memperoleh doorprize pulsa/e-money senilai Rp 1.000.000 untuk 10 orang pemenang yang beruntung.

Kemenkominfo RI berkomimten untuk terus menggelar berbagai kegiatan Webinar Literasi Digital: Indonesia Makin Cakap Digital selama periode Mei hingga Desember 2021. Tepatnya di seluruh kota dan kabupaten di Kalimantan Hulu Sungai Selatan.

Dalam webinar ini selaku narasumber pertama yaitu Windy Oktanaura yang merupakan seorang Accountant At PT. Paragon Technology & Innovation mengangkat tema pembahasan dalam webinar literasi digital yaitu “Main Aman Saat Belanja Online”.

Dalam konteks berbelanja di era digital, kata Windy seseorang perlu mempunyai kemampuan literasi yang baik. Sebab apabila tidak, aktivitas berbelanja yang menyenangkan bisa menjadi ancaman membahayakan. Jika tidak dikendalikan, maka uang yang diupayakan berminggu-minggu berbulan-bulan bisa habis dalam hitungan hari.

“Jadi walaupun belanja online itu menyenangkan, tapi kalau tidak terkendali menjadi tidak menyenangkan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung literasi digital. ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ itu makin baik. Tapi, juga harus diiringi dengan literasi keuangannya,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa berbelanja melalui jejaring internet atau biasa disebut belanja online bukan suatu yang asing lagi buat masyarakat, terutama di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Alhasil, masyarakat mulai terbiasa memanfaat teknologi internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk kegiatan berbelanja.

Berbagai website atau aplikasi online yang memfasilitasi masyarakat untuk menjual dan membeli produk pun telah tersedia beraneka ragam. Namun sayangnya, ada sebagian masyarakat yang masih kurang teliti sehingga kerap kali dirugikan atau bahkan tertipu dalam berbelanja secara secara daring.

Padahal belanja melalui daring ini dinilai cara efisien untuk memperoleh kebutuhan, maka dari itu Windy memberikan tips agar tidak mudah tertipu saat berbelanja online.

1. Perhatikan reputasi penjual
2.Teliti produk yang akan dibeli
3. Bandingkan harga dengan toko sebelah
4. Cermati syarat dan ketentuan
5. Pilihlah toko atau penjual yang menyediakan rekening bersama.

Untuk selanjutnya narasumber kedua kedua yaitu Junaidy, M.I.Kom., M.AB merupakan seorang dosen disebuah kampus yang ada di Kalimantan Selatan dalam webinar ini ia memaparkan tentang Etika Berjejaring “Jari-mu Harimau-mu”.

Junaidy menjelaskan banyak orang menjaga lisannya agar tidak menjadi “mulutmu harimaumu”, apalagi jika kata-kata atau kalimat nyelekit yang diucapkan seseorang, akhirnya menjadi “senjata makan tuan”. Tapi pepatah dan ungkapan itu, pada zaman now ini, mulai tergeser dari “mulutmu harimaumu” menjadi “jari-jarimu harimaumu”.

“Dengan ketukan lembut jari-jari di layar gadget atau papan keyboard komputer, dalam hitungan detik dunia bisa heboh. Perang antar-suku, antar-kampung, antar-agama, antar-negara, dan antar-antar yang lain; bisa saja meledak seketika, hanya gara-gara suatu tulisan atau berita yang belum tentu kebenarannya,” ujar Junaidy.

Ia juga menambahkan bahwa dengan ketukan lembut jari-jari di layar gadget atau papan keyboard komputer, dalam hitungan detik dunia bisa heboh. Masyarakat di suatu negara atau wilayah yang semula hidup tenang, sejahtera, dan bahagia; bisa saja menjadi beringas dan bahkan mengangkat senjata akibat “jari-jarimu harimaumu”.

“Tidak sedikit orang yang membuat tulisan bernada ujaran kebencian terpaksa berurusan dengan hukum, karena menyangkut Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Undang-Undang tersebut kemudian diubah menjadi Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang ITE,” tambahnya.

Jadi apa yang harus dilakukan? Junaidy menerangkan hanya perlu MIKIR yakni:

• M – Menghargai
• I – Inspirasi
• K – Kredible
• I – Imbang
• R – Rasional

Maka dari itu pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan aspek lainnya. Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik (e-mail), serta jejaring sosial (social networking) yang dianggap lebih efektif dan efisien.

Internet yang sehat merupakan metode menggunakan internet sesuai dengan fungsinya dan tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Internet sehat sangat perlu diimplementasikan karena dengan melakukan internet sehat kita dapat berselancar di dunia maya dengan aman.
Internet sehat dan aman sebagai media pembelajaran yang dimanfaatkan dengan tepat dan bertanggung jawab. Internet sehat dilatar belakangi oleh pengguna dalam memanfaatkan teknologi informasi yang ada di Internet.

Tak bisa dipungkiri bahwa manfaat penggunaan internet yang sehat dan aman adalah sebagai media informasi, sebagai media komunikasi, sebagai media belajar dan hiburan, sebagai media transaksi.
“Akan tetapi penggunaan internet yang tidak sehat dapat menyebabkan berkurangnya sikap sosial, merubah pola interaksi sosial, kecenderungan berbuat jahat, kecanduan hal-hal negatif dari internet dan yang pastinya bisa merugikan diri sendiri,” terangnya. (Koranbanjar.net/and)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *