Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Banjarmasin; Sukses di Dunia Digital Melalui Literasi yang Tepat

  • Bagikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menggelar acara webinar literasi digital “Sukses di Dunia Digital Melalui Literasi yang Tepat”. 

BANJARMASIN, Koranbajar.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Belajar Tentang Literasi Digital di Era 4.0” di Kota Banjarmasin, Rabu (14/7/2021) pukul 14.00 Wita.

Acara yang dibuka Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam webinar yang dimoderatori Reza Rahman ini, menghadirkan narasumber pertama Windy Oktanaura. “Fitur paylater sebagai transaksi berbasis online”, menjadi judul materi yang disampaikan Windy.

Menurut akuntan PT Paragon Technology and Innovation ini, Paylater adalah bentuk metode pembayaran yang ditawarkan oleh pihak perusahaan digital.

Paylater banyak digunakan karena proses lebih cepat, syarat ringan dan sederhana, dan proses pencairan lebih cepat, tanpa perlu kartu.

Selain mendorong inklusi keuangan Indonesia Paylater juga memiliki resiko, yaitu mendorong prilaku konsumtif, memunculkan perilaku boros, memunculkan tumpukan uang yang tidak terduga, pengaturan keuangan berantakan, resiko bunga dan denda, adanya biaya tidak disadari, tunggakan dapat menurunkan reputasi kredit nasabah pada rekam jejak di perbankan.

“Jika ingin aman menggunakan Paylater, pilah pilih platform legal yang terdaftar di OJK, gunakan hanya dalam keadaan darurat, bayar tepat waktu, sesuai budget,” jelas Windy.

Berbeda dari Windy pembicara, ketiga Joelee Christanto, seorang Master Ceremony (MC) menurut Joelee pemilihan kata dalam caption di media sosial, maupun dalam unggahan konten berpeluang menghasilkan cuan (Uang, red) bagi pemilik konten.

Berbagai macam kreasi caption agar memudahkan follower untuk mengerti apa yang ingin disampaikan konten kreator, jenis caption semakin menarik caption akan membuat follower memberikan like atau bahkan ikut memberikan komentar, caption akan menambah follower.

Caption yang mendatangkan uang adalah caption endorse. Endorse alias iklan datang saat media sosial kita memiliki banyak follower atau pengikut.

“Tapi ingat, selalu hati-hati dalam membuat caption dan selalu saring kata anda sebelum sharing, hindari hate speech atau caption penuh kebencian dan adu domba,” tutup Joelee yang juga mentor public speeking.

Medsos berawal tahun 1978, diungkap oleh HM Syarbani Haira, Ketua Baznas Kalimantan Selatan yang menjadi pembicara kedua dengan judul materi “Bijak dalam Bermedia Sosial”.

Menurut HM Syarbani Haira, media sosial banyak memiliki keunggulan, salah satunya memperbanyak relasi. Hanya saja sisi yang lain media sosial sekarang juga digunakan sebagi alat kejahatan, dan membuat kecanduan bagi penggunanya.

“Jangan melakukan posting secara sembarangan, kenali teman-teman media sosialmu, jangan asal share berita di media sosial, jangan sok tahu segalanya, jangan menyinggung unsur SARA, jangan mudah terprovokasi sebelum mengetahui kebenarannya,” tutup HM Syarbani Haira.

Cepatnya arus digital memunculkan banyak keuntungan, namun juga memiliki resiko besar yang harus dihadapi bukan hanya pengguna individu namun juga resiko kedaulatan bangsa Indonesia. Sebagai pembicara keempat Dr Taufik Arbain SSos MSi literasi digital harus mampu berwawasan kebangsaan.

“Pesatnya era digital memungkinkan masuknya budaya dari negara lain, serta bebasnya produk dari negara-negara lain, apakah kita sebagi bangsa indonesia hanya sebagai penikmat atau pembeli produk dari pasar global tanpa menjadi penjual serta pelaku di era digital ini?”.

Pertanyaan dari Taufik yang juga Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Lambung Mangkurat ini menjadi tugas besar bagi kita yang saat ini terlibat aktif di ruang digital. (nad)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *