Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Banjarmasin; Manfaatkan Internet di Era Digital dengan Mudah

  • Bagikan

Perkembangan era digital semakin pesat. Mulai dari cara berkomunikasi, kegiatan bisnis, media pembelajaran, memenuhi kebutuhan sehari-hari, hiburan, personal branding, memperluas koneksi, sampai aplikasi pencari jodoh.

BANJARMASIN,Koranbanjar.net – Segalanya menjadi semakin mudah, namun perlu diingat sisi negatif dari berinternet juga tak kalah banyak. Mulai konten pornografi, penipuan, berita palsu, ujaran kebencian, sampai penyalahgunaan informasi pribadi.

Kemenkominfo bersama dengan Siberkreasi meluncurkan program Literasi Digital berbentuk webinar dengan tema “Manfaatkan Internet di Era Digital dengan Mudah” di Banjarmasin pada Sabtu (10/7/2021) dimulai pukul 10.00 Wita. Acara yang dipandu Dika Putra Wijaya sebagai host ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Pemateri pertama, Linda Widiachristy, seorang arsitek dan urban researcher, mengingatkan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan sosial media.

“Ingatlah, ada orang yang berada di balik layar. Jangan membuat status dalam keadaan emosi. Buat konten berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Linda. “Status itu bukan diary, sebagai sesama pengguna sosmed kita harus jadi orang yang positif. Ingat juga, ya, teman-teman, dunia maya ini replika dunia nyata,” tambahnya.

Linda mempertegas untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam bersosial media. “Jangan terlalu berlebihan menyebarkan konten, jangan bagikan data pribadi. Jika menemukan berita hoax cukup sampai di kamu, hindari tombol share ataupun forward. Berhenti untuk berbicara jahat atau penuh kebencian terhadap pengguna lain. Semua hal ini dilakukan agar terhindar dari ancaman hukuman yang sudah diatur oleh UU ITE,” jelas Linda.

Pemateri kedua, Bayu Anggoro, Ketua Asosiasi Vapers Indonesia, membagikan tips untuk mengamati berita palsu.

“Yang pertama itu cek website-nya, apakah domainnya itu gratis atau berbayar. Kalau gratis biasanya sangat rentan dipakai untuk menyebar hoax atau penipuan. Terus kalo ada gambar, telusuri saja google image dengan keyword terkait, kalo nemu yang asli, dapat dipastikan itu gambar di berita cuma asal nyomot! Yang terakhir, cek kebenaran beritanya. Apakah disampaikan ahli atau tidak? Narasi yang dibicarakan berasal dari orangnya langsung apa tidak?” terangnya.

Pemateri ketiga, Joddy Caprinata, Founder dan COO of Bicara Project, menjelaskan cara untuk sehat di dunia maya. Baginya, cara sehat di dunia maya dan di dunia nyata mempunyai kemiripan.

“Di dunia nyata, kita butuh makanan yang bergizi untuk fisik. Di dunia maya, kita butuh konten positif untuk psikologis. Di dunia nyata, kita butuh latihan olahraga. Di dunia maya, kita butuh melatih kemampuan berinternet kita. Di dunia nyata kita butuh masyarakat yang ramah, begitu pun di dunia nyata kita butuh netizen yang ramah,” ucapnya.

Joddy juga meninjau kembali manfaat dari tips sehat dalam menggunakan internet.
“Kita jadi lebih bahagia, menjalankan bisnis dengan nyaman, personal branding yang lebih mudah, sampai akses koneksi terhadap orang lain jadi lebih lancar,” ujarnya.

Pemateri terakhir, Samsul Rani, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin, memaparkan materi tentang pemanfaatan internet untuk para pemuka agama.

Ia membagikan tips untuk memilah pemuka agama sebagai panutan ataupun rujukan terhadap nilai-nilai agama. “Kita cari tahu dulu si pemuka agama ini sekolahnya di mana saja, menguasai bidang agama yang mana, cara penyampaiannya cocok apa tidak dengan kita,” kata Samsul.

“Jangan sampai kita memilih pemuka agama yang tidak menguasai agama, sekedar bisa membaca kitab suci lantas kita panggil Kyai, padahal orang itu tidak bersekolah di sekolah agama seperti pesantren,” tambahnya. (and)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *