Webinar Literasi Digital Banjarbaru; Pahami Sisi Positif dan Negatif Berinternet

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Kota Banjarbaru.
Webinar Literasi Digital Kota Banjarbaru.

Dalam Webinar Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi kali ini Banjarbaru telah membahas “Pahami Sisi Positif Internet dengan Literasi Digital.”

BANJARBARU, koranbanjar.net – Webinar Literasi Digital Banjarbaru di Kalsel langsung dibuka Samuel Abrijani Pangerapan dan Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Sabtu (7/8/2021) serta dipandu Moderator Septi Diajeng.

Webinar ini menghadirkan narasumber, Humas SMK Negeri 1 Banjarbaru Sjamsjul Rizal, Aktor Morgan Oey, guru SMK Negeri 1 Banjarbaru Nor Aydawati, dan CEO CV nirwasita Hutama Cyntia Ardila.

BACA:  Dampak Covid-19, Pendapatan Tukang Ojek Turun Drastis

Salah satu narasumber Morgan Oey mengatakan, ada dampak buruk penggunaan handphone yang sebenarnya yaitu hubungan dengan keluarga berkurang.

“Seperti kata pepatah yang bilang mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat itu tuh bener-bener dunia handphone dan digital,”tuturnya.

Hal ini membuat hubungan keluarga jadi terganggu dan mengganggu waktu produktivitas juga, Morgan percaya apapun yang dimulai dengan berlebihan seperti itu pasti akan menjadi dampak buruk.

“Apalagi ketika kita kecanduan internet kita kecanduan nonton YouTube kita kecanduan mantengin sosmed stalking Instagram mantan, gitu terus akhirnya berdampak ke kesehatan dan ujung-ujungnya bisa juga menimbulkan kejahatan.” kata Morgan.

BACA:  Pohon Membahayakan Itu Akhirnya Ditebang

Masih kata Morgan, agar seseorang tidak kecanduan handphone maka bijaklah dalam mengatur waktu misalnya dengan menggunakan handphone 2 sampai 3 jam saja kalau tidak terlalu penting.

Harus kreatif dan mencari kesibukan baru, seperti memasak atau melakukan aktivitas lainnya.

Morgan menambahkan, dalam menggunakan bahasa gaul dirinya tidak ada masalah, namun harus tahu kapan menggunakannya agar tidak salah kaprah.

Menanggapi kekerasan atau kejahatan dalam digital menurut Morgan, “Selagi masih bisa diselesaikan secara musyawarah sih kenapa tidak, sebelum akhirnya kita memutuskan untuk membawanya ke ranah hukum.” (mj-37/sir)

(Visited 4 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *