Webinar Literasi Digital Banjar; Sebelum Ingin Dihargai, Hargai Dulu Orang Lain  

  • Bagikan
Literasi Digital Kabupaten Banjar.
Literasi Digital Kabupaten Banjar.

Gerakkan Nasional Literasi Digital 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan dengan tema “Menjadi Masyarakat Cakap Digital,” Senin (2/8/2021) siang.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Kegiatan webinar yang dipandu Aulia Mawardhika menampilkan sejumlah pembicara yang berkompeten.

Dengan menghadirkan salah satu narasumber yakni, Dewi Oktavia Fitriani, ia berprofesi sebagai jurnalis di sebuah media koranbanjar.net menyampaikan materi yang bertema “Etika menghargai karya atau konten orang lain di media”.

Dalam materinya ia menegaskan kepada seluruh penonton yang mengikuti webinar di siang hari itu untuk menghargai karya seseorang, “apabila anda ingin dihargai, hargailah terlebih dulu orang,” terangnya dalam pembukaan webinar.

Dewi menyampaikan dari penggunaan media sosial tampaknya telah menjadi bagian dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu media sosial saat ini juga telah dijadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi.

BACA:  Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Selatan; Pahami Kemajuan Teknologi dengan Literasi

Diketahui penggunaan media sosial yang sangat signifikan, bahkan tidak bisa lepas dari aktivitas keseharian masyarakat, Dewi menegaskan kepada penonton webinar agar cerdas dan bijak apabila menerima sebuah informasi.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar.
Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar.

“Lihat dulu, perhatikan, benar ga nih, sumbernya jelas ga nih apabila tidak ada kejelasan dari sumber mana yang mengatakan cukup informasi itu sampai di anda tidak perlu disebar. Mari kita bersama-sama memerangi serta bersinergi untuk memutus informasi yang tidak valid serta tidak ada kejelasannya,” tandas Dewi.

Kemudian Dewi menyampaikan, apabila pada saat menyebarkan sebuah informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun vidio milik orang lain, maka biasakan untuk mencatum sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang.

BACA:  Webinar Literasi Digital Kabupaten Barito Kuala; Memahami Pentingnya Literasi Digital di Era Pandemi

Terlebih jangan membiasakan diri untuk serta merta mengcopy-paste hasil karya orang lain, hal ini dikarenakan perkembangan teknologi informasi tentunya membuat semua orang dapat mengakses dengan mudah beragam konten yang tersebar di internet.

Salah satu permasalahan yang dikeluhkan para content creator adalah rendahnya apresiasi dari masyarakat yang menikmati karya mereka, mulai dari pembajakan, cacian, hingga stigma negatif dari masyarakat kerap mereka dapatkan.

Menurut Dewi memberikan saran dan kritik harus seimbang serta dapat membangun.

Apabila ditemukan sesuatu hal yang mengganjal atau terdapat kekurangan dalam karya orang cukup dengan menghargai hasilnya.

Apabila ingin memberikan kritik berilah saran juga, “Kritik tanpa saran itu tidak membangun malah menjadikan seseorang itu minder atau bahkan rendah hati karna setiap perasaan itu berbeda, maka perlunya kita meimbangi kritik kita dengan saran juga,” jelas Dewi.

BACA:  Bayi Prematur 1,7 Kg Tidak Dilayani di RSUD Hadji Boejasin, Keluarga Terpaksa Rawat di Rumah

Dewi berharap agar nantinya masyarakat lebih dapat lagi mengargai konten-konten yang ada di internet ataupun di youtube.

Hal ini dikarenakan kita tidak tahu upaya apa saja yang telah dilewati, “kita jangan asal komentar toh, kita kan ga tau bagaimana keadaan tubuhnya, vit atau tidak , atau ia abis menerjang hujan atau macet misalnya. Apapun hasil yang mereka berikan tetap dihargai, apabila tidak bisa memberi kritik cukup diam jangan berkomentar sembarangan yang membuat seseorang bisa putus asa,” pungkasnya.(mj-40/sir)

 

(Visited 14 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *