Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Balangan: Kenali Bahaya Dunia Digital dengan Literasi Digital

  • Bagikan

Berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari sosial, ekonomi hingga politik tak bisa berpaling dari dunia digital. Bahkan bisa dibilang eksistensi berbagai sisi hidup manusia banyak yang bergantung pada dunia maya.

PARINGIN, Koranbanjarnet – Sejalan dengan semakin pesatnya perkembangan dunia digital berkembang sangat pesat beberapa tahun belakangan ini berbagai fasilitas kemudahan berkomunikasi dan mengkreasikan diri diberikan oleh perkembangan dunia digital saat ini. Kehadiran internet membuat masyarakat bisa berbagi konten atau informasi ke berbagai tempat.

Untuk itu dibutuhkan kreatifitas positif para pengguna media sosial agar konten yang dibuat beragam dan menarik perhatian serta bermanfaat serta menginspirasi orang lain.
Dalam Webinar Literasi Digital yang digelar di Kabupaten Balangan pada Rabu (21/7/2021) pukul 10:00 Wita yang mengangkat tema “Kenali Bahaya Dunia Digital Dengan Literasi Digital” mengahdirkan beberapa narasumber hebat yang mengupas tema tersebut.

Narasumber pertama yaitu Alexander Dimas membahas tentang Tren Pekerjaan dan Usaha di Era Digital. Menurutnya memasuki era industri 4.0, pemerintah telah meluncurkan peta Making Indonesia 4.0, pada 4 April 2018 lalu. Ini artinya banyak tren pekerjaan di masa depan yang bakal berubah menyambut revolusi industri 4.0.
“Tren ini pun berpengaruh pada pekerjaan yang banyak dicari tahun 2022 mendatang dan seperti namanya, era digital adalah zaman di mana kehidupan manusia sangat bergantung pada teknologi dan kemunculan era digital ini sudah dimulai sejak lama,” ujar Alexander.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai kemudahan ini dapat semakin kita rasakan setiap harinya. Misalnya, saat kita kelaparan atau hendak mengirim barang ke teman, tapi malas gerak (mager), kita bisa menggunakan jasa pesan antar untuk mengirim barang ke teman.

“Dari ilustrasi ini saja sudah terjadi perubahan besar pada tren pekerjaan di masa depan kan? Dengan sentuhan teknologi, profesi tukang ojek menjadi naik kelas dan sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya dalam webinar Kabupaten Tabalong ini narasumber kedua yaitu Indira Salsabilla Ayuwibowo membahas tentang “Tips and Trick Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”.

Dalam hal ini ia menjelaskan belakangan ini banyak mendengar berita mengenai maraknya pencurian data yang di internet. Pertama ada Zoom, aplikasi yang banyak digunakan orang dalam melakukan video call conference dikabarkan mengalami pencurian data.

“Setelah itu, menyusul dari marketplace ternama Indonesia yaitu Tokopedia yang belakangan diketahui mengalami pencurian data sebanyak 91 juta akun. Hal ini tentunya membuktikan bahwa ternyata meletakkan data di internet bisa menjadi sangat tidak aman,” ujar Indira .

Oleh karena itu, kata dia, terdapat beberapa tips bagaimana seharusnya menjaga keamanan dan privasi di Internet maupun media sosial. Pertama, membatasi pembagian informasi pribadi di media sosial.

Menurutnya, kebanyakan anak muda suka membagikan segala sesuatu ke media sosial.

“Entah itu aktivitas sehari-hari, acara yang mereka datangi, makanan yang dimakan bahkan hingga nomor telepon yang merupakan privasi seseorang,” ucap Indira.
Dia pun meminta pengguna untuk belajar membatasi apa yang dibagikan pada media sosial.

“Kalian tentu tahu bahwa tidak semua orang yang kalian kenal di internet itu baik untuk kalian. bisa jadi mereka adalah hacker yang ingin mencuri data-data kalian dan menyalahgunakannya.”

Tips kedua yaitu memasang antivirus di komputer. Antivirus di komputer juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengamankan data pribadi. Mengingat biasanya di komputer terdapat banyak data yang tentunya penting dan rahasia.

Menginstall antivirus, kata Indira, dapat menghalangi usaha para hacker yang biasanya memasukkan malware atau virus yang nantinya bisa menjadi jalan bagi mereka untuk meng-hack laptop atau komputer kita.

“Ada banyak antivirus yang bisa kalian dapatkan dari internet. Memang jika kalian ingin versi yang pro atau premium harus bersedia membayar sejumlah uang, namun uang tersebut sangat worth it jika digunakan untuk melindungi data-data penting di komputer atau laptop,” tuturnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.(Koranbanjar.net/and)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *