oleh

Wartawan Kalsel “Hujani” Pertanyaan Krtis Kepada DPRD Jawa Tengah

SEMARANG, koranbanjar.net
Sejumlah wartawan Kalimantan Selatan yang tergabung dalam press room DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, “menghujani” pertanyaan bersifat kritis kepada dua orang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yakni Komisi C dan Komisi A.

Beberapa pertanyaan tersebut dibeberkan di forum pertemuan kegiatan studi komparasi Sekretariat Dewan (Setwan) Provinsi Kalimantan Selatan ke Setwan Provinsi Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020) di Semarang.

Pertanyaan pertama datang dari jurnalis I News TV, Abdul Hakim. Dirinya menanyakan tentang kebebasan pers dalam kaitan hubungan media dengan legislatif.

“Apakah dibebaskan menggali dan menyampaikan informasi tanpa adanya tekanan,” tanyanya.

Lanjut, apakah ada di DPRD Jateng, saat rapat tertutup tidak boleh media meliput, tanpa memberikan alasan yang jelas, dan pada saat pers meminta konfirmasi, anggota fraksi maupun komisi tidak berani memberikan keterangan, alasannya ada yang lebih berwenang.

Kemudian pertanyaan berikutnya dari RRI Banjarmasin, Surya Permana. Jurnalis yang satu ini menanyakan, apakah produk dari dewan selalu dipublikasikan. Selanjutnya, pertanyaan kritis lainnya datang dari datang dari wartawan Barito Post, media cetak lokal Kalsel, Sopan Supian.

Wartawan yang memang terkenal kritis ini mengungkap pertanyaan tentang adanya anggota DPRD bermain proyek atau Penunjukan Langsung (PL)

“Apakah anggota dewan diperbolehkan atau ikut-ikutan bermain proyek itu bagaimana, apakah itu pantas, dan tidak melanggar undang-undang,? tanya Supian panggilannya.

Usai ketiga wartawan asal bumi Lambung Mangkurat itu bertanya, Sriyanto Saputro tanpa buang waktu seketika itu juga memberikan jawaban dan penjelasan. Sri panggilannya, mengungkapkan, dari dulu sejak zaman orde baru hingga saat ini kebebasan pers tidak pernah dibatasi.

Wartawan Kalsel "Hujani" Pertanyaan Krtis Kepada DPRD Jawa Tengah
Anggota DPRD Jateng dan Wakil Ketua DPRD Kalsel saat memberikan jawaban.(Foto: Leon/koranbanjar.net).

“Kebebesan pers terutama yang bertugas di DPRD Jawa Tengah, kami tidak pernah melarang, tidak pernah menutup-nutupi, kami buka seluas-luasnya, baik rapat paripurna maupun kegiatan lainnya, kecuali rapat itu memang tertutup, ya mau tidak mau kegiatan itu tidak diliput, namun selalu kita sampaikan kalau rapat itu tertutup,” ungkap Sri.

Masih menanggapi pertanyaan Hakim, soal anggota komisi atau fraksi yang tidak ingin memberikan keterangan, dengan tegas dirinya berucap, baik ketua maupun anggota berhak memberikan statmen(pendapat).

Namun dirinya tidak memungkiri DPRD provinsi mana saja selalu ada yang seperti itu, “padahal juga sering kita arahkan, bahkan dibimtek, tetepi masih saja tidak berani ngomong, mungkin kurang percaya diri, dan ini tidak bisa kita paksakan,” ucapnya.

Sementara terkait produk dewan yang patut dipublikasikan, Sri mengatakan apapun kegiatan kedewanan memang harus di informasikan ke publik.

“Apapun produk dari DPRD itu memang harus dipublish, baik mengenai kebijakan, soal anggaran, hingga kegiatan lainnya. Pokoknya semuanya harus diinformasikan kepada masyarakat, terkecuali seperti yang saya katakan tadi, kalau sifatnya internal, sudah tentu tidak diperkenankan memberitakan,” jelasnya.

Tentang dewan bermain proyek, Sri mengakui hal itu bisa saja terjadi, namun bagi dirinya secara pribadi mengaku tidak melakukan hal itu, ia lebih memilih berjalan dalam koridor yang benar.

“Saya secara pribadi tidak tahu, hingga detik ini pun memang tidak tahu, di provinsi itu sulit, yang berpeluang kan biasanya di kabupaten kota, kalaupun ada, saya benar-benar tidak mengetahuinya, alhamdulilah saya lebih memilih cari yang aman-aman saja,” tandasnya sembari diikuti gemuruh tawa forum.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M.Syarippudin yang hadir mendampingi jurnalis press room DPRD Kalsel, mengakui adanya beberapa kekurangan yang terjadi di ruang lingkup Dewan Kalsel. Akan tetapi Politisi PDIP Kalsel ini enggan mengungkapkan alasannya.

” Yang jelas kita selalu berusaha memperbaikinya,” pungkasnya,” demikian kata Bang Dhin panggilan akrabnya.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: