Tak Berkategori  

Warga Sulit Tinggalkan Kebiasaan BAB di Sungai

RANTAU, KORANBANJAR.NET – Mengubah kebiasan warga yang sering buang air besar (BAB) di sungai, sepertinya tidak mudah. Tak dapat dipungkiri kendati sebagian mereka sudah memiliki jamban di rumahnya masing-masing, bahkan adapula yang dibuatkan jamban umum oleh TNI dan Pembakal (Kepala Desa) di sekitar rumahnya, ternyata sampai sekarang kebiasaan BAB di sungai masih belum bisa ditinggalkan.

Menurut Kepala Puskesmas Tapin Utara melalui Bagian Sanitasi, Hj.Nurhaniah didampingi Naparin, Senin (30/4), untuk menghilangkan kebiasaan buruk BAB di sungai itu sudah lama dikampanyekan dari mulai penyuluh hingga sosialisasi kepada warga.

“Tapi ternyata kampanye yang kita lakukan di lingkup wilayah Tapin Utara baru menyentuh beberapa desa dan itu pun baru Lumbu Raya. Selain itu masih belum, di antaranya seperti daerah Antasari Hilir, Rangda Malingkung, dan Mandarahan,” ujarnya kepada koranbanjar.net.

 “Perintis Raya baru saja dibuatkan 7 sampai 8 buah jamban oleh Danramil dan Kepala Desa, untuk itu kami berterima kasih kepada kepala desa dan pihak TNI Danramil Kodim 1010 Rantau. Selanjutnya dalam waktu dekat ini kita akan lakukan verifikasi kembali sebelum menyatakan daerah Perintis Raya ini bebas dengan Lumbu Raya, karena  sudah tidak lagi warganya BAB sembarangan di sungai,” imbuhnya.

Nurhaniah menambahkan lagi, kebiasaan tersebut kerap dilakukan kalangan lanjut usia dan juga biasa dilakukan anak-anak.

“Seperti di Mandarahan waktu itu setelah kita tanya kepada mereka, ternyata di rumahnya punya jamban. Artinya ini sudah menjadi kebiasaan mereka BAB di sungai, “kata Nurhaniah.

Pihaknya berharap, warga tidak melakukan kebiasaan itu lagi. Selain nilai-nilai etika kesopanan dan kebersihan lingkungan, kebiasaan BAB sembarangan ini bisa menimbulkan penyakit diare dan disentri yang berasal dari bakteri e-coli yang terdapat dalam kotoran dari BAB. Selain itu juga menjaga kualitas air sungai yang merupakan sumber kehidupan manusia. (nas/sir)