oleh

Warga Resah, Salah Satu Tower BTS Di Pemurus Timbulkan Radiasi

BANJARMASIN, Koranbanjar.net – Warga Kampung Pemurus belakangan ini resah dan khawatir terhadap tower Base Transmision Stasion (BTS) milik salah satu Perusahaan Telekomunikasi Seluler Indonesia yang berdiri menjulang di dalam Komplek Perumahan Istiqomah, tempat tinggal warga tersebut.

Berdasarkan sumber yang diterima koranbanjar.net beberapa hari yang lalu, warga kawasan sekitar tower mengaku sangat khawatir dan takut terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti radiasi, jatuhnya tower, hingga keresahan orang tua terhadap anak-anak sering bermain di bawah tower.

Diketahui, kontraktor utamanya yakni PT Daya Mitra Telekomunikasi dan sebagai sub kontraktor, PT Puncak Monterado.

“Kami khawatir tower kan menimbulkan radiasi, takutnya kalau timbul penyakit, kemudian kalau-kalau roboh, pasti kena rumah warga, apalagi anak-anak sering bermain di bawah tower itu, kami sebagai orang tua ya jelas resah dan khawatir lah, itu kan juga ada tulisan tegangan tinggi, waduh pokoknya ngeri dah,” ungkap warga yang tidak ingin disebut namanya ini saat bertemu di Banjarmasin, Jumat (21/2/2020).

Lanjut dituturkan warga, pemilik tanah tempat tower berdiri sebelumnya tidak melakukan sosialisasi terhadap warga, hanya saja ditemui pada setiap rumah dan menyodorkan sehelai kertas untuk dimintai tanda tangan bahwa dianggap setuju akan didirikannya tower.

“Namun itu hanya ada beberapa warga, masih ada sebagian yang tidak setuju,” ucapnya.

Selain itu pada waktu sebelum dibangun pemancar itu, pemilik tanah yang juga sebagai Ketua RT setempat, mengatakan tinggi tower hanya berkisar di bawah 30 meter, pada kenyataannya setelah berdiri melebihi 30 meter.

Menanggapi hal itu, Ketua RT setempat sekaligus pemilik tanah, saat dikonfirmasi pada Minggu (23/2/2020), dengan tegas membantah apa yang dikatakan warganya.

“Saya sudah melakukan sosialisasi tetapi tidak kepada semua warga, buat apa juga banyak-banyak orang, yang penting cuman rumah yang berdekatan dengan tower itu kan, dan mereka setuju, aman-aman saja malah sudah pada tangan semua,” bantahnya.

Dengan tegas pula ia mengatakan, warga yang melaporkan itu bukan warga berpenduduk di kawasan tower, sembari menyuruh wartawan koranbanjar.net mengecek KTP warga yang keberatan ini.

“Coba aja dicek KTPnya, mereka itu bukan warga sini, kok bisa-bisanya keberatan, intinya mungkin mereka iri saja karena saya ketiban banyak rejeki,” ujarnya sembari tertawa.

Disamping itu, dirinya juga memastikan legalitas secara administratif bangunan tower sudah lengkap, baik Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun surat legalitas lainnya.

“IMB nya ada, legalitas yang lain juga ada kalau mau liat, orang diskominfo juga sudah meninjau, lagian berdirinya di tanah milik kita, dimana salahnya,” jelasnya.(yon/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: