Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Warga Potong Jalur Alternatif lewati Jembatan Gantung , Legislator Balangan Minta Warga Hati-hati

  • Bagikan
Diimbau berhati-hati melintas di jalur alternatif. (Foto: fitri/koranbanjar.net)

Semenjak ditutupnya Jembatan Paringin Kabupaten Balangan, karena adanya perbaikan pada lantai jembatan. Oleh karenanya ada beberapa jalur alternatif yang telah diarahkan pemerintah daerah.

BALANGAN,koranbanjar.net – Diantaranya jalan Layap menuju Bungin dan jalan Garuda Muharam menuju Muara Pitap. Jalan tersebut kini kondisinya terdapat kerusakan dibeberapa badan jalan.

Dua jalur altenatif kondisi jalan banyak kerusakan dan warga harus memutar jalan dengan jarak yang lumayan jauh, hal ini membuat pengguna jalan roda dua beberapa memilih jalur alternatif lainnya.

Salah satu jembatan gantung antara di Tungkap Kelurahan Paringin Selatan dan Gunung Pandau Kelurahan Paringin Timur.

Ketua Komisi III DPRD Balangan Erly Satriana mengkhawatirkan warga yang memilih jalur alternatif tersebut.

Karena menurutnya jembatan gantung tersebut cukup berbahaya terlebih apabila dalam keadaan basah jalan dan jembatan licin, semisal pascahujan

Apabila dilintasi setiap hari dan semakin banyak warga yang melintas, di khawatirkan akan menyebabkan kerusakan pada jembatan.

“Maka dari itu kami harapkan warga yang melintas agar lebih berhati-hati,” ungkap Erly kepada koranbanjat.net, senin (25/10/2021)

Menurutnya kondisi jembatan gantung tersebut tidak bisa dipastikan kekokohannya.

Namun, lanjutnya, apabila setiap hari banyak yang melintas tentunya akan sangat berpengaruh pada kekokohan jembatan tersebut, misalnya paku-paku jembatan dan konstruksi lainnya akan longgar.

Apalagi di jembatan gantung ini tidak bisa dilintasi sepeda motor secara berlawanan,

“Perlu adanya pemberitahuan batasan jumlah sepeda motor yang dapat melintas sekaligus, mengingat semakin banyak beban di atasnya, goyangan dan getaran pada jembatan akan semakin terasa,”sebutnya.

Ia meminta kepada warga agar bersabar hingga perbaikan jembatan Paringin selesai, dan disarankan menggunakan jalur alternatif yang sesuai arahan pemerintah.

Memang, pihaknya juga tidak bisa melarang warga yang ingin melintasi jembatan gantung.

Diketahui, sebelum dijadikan jalan pintas saat Jembatan Paringin ditutup, hanya sedikit warga yang melewati jembatan gantung tersebut.

Terlebih, kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) itu akan licin apabila dalam keadaan basah semisal pascahujan. (*/vit/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *