oleh

Waow! Ibu-ibu ini Padamkan Kebakaran di Halaman Kantor Basarnas

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Kebakaran. Ibu ini begitu gugup saat ingin memadamkan api di wajan besar. Kobaran api pun kian membesar. Perlahan-lahan sambil membawa karung basah, ia akhirnya sukses memadamkan api itu.

Kejadian itu di halaman kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin di Jl A Yani Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, saat melakukan sosialisasi teknik pemadaman api secara tradisional guna mengantisipasi terjadinya kebakaran, Jumat (11/5) pagi. Sosialisai tersebut dilakukan secara teori dan disusul praktek.

Sosialisasi itu dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramdhan yang tinggal hitungan hari lagi. Kepala Basarnas Banjarmasin, Mujiono S E, kepada koranbanjar.net mengatakan, saat bulan Ramdhan para ibu-ibu di rumah gencar-gencarnya memasak di dapur untuk menyiapkan hidangan.

“Sedangkan kebakaran tidak jarang terjadi berawal dari dapur,” ujar Mujiono usai sosialisasi.

Tujuan kita adalah, lanjutnya, untuk penjegahan apabila terjadi kebakaran di tempo-tempo awal. Metode pemadaman memakai rumus segi tiga api, seperti udara, panas dan bahan bakar yang ada api.

“Yang kita pakai di sini prakteknya adalah memutuskan udara dengan menggunakan blanket. Sebenarnya masih ada alat pemadam api ringan (apar), tapi kita hanya sederhana saja dengan menggunakan karung atau handuk basah agar  udara tidak masuk ke sumber kebarakan,” ungkapnya.

Karena menurutnya apabila terjadi kebakaran di rumah, terutama para ibu sering sering menggunakan air untuk memadamkan api. “Padahal air itu fungsinya diperuntukkan hanya untuk pendinginan dan pula harus lebih banyak menggunakan airnya, kalau airnya sedikit akan percuma malah akan lebih membesar apinya,” jelasnya.

Menurutnya lagi, bahan yang paling bagus digunakan adalah karung atau handuk. “Jangan menggunakan keset,” tuturnya.

Mojiono mengatakan Materi pemadaman api ini termasuk metode pembelajaran yang baru. “Karena selama ini di Basarnas hanya fokus pada pertolongan, pencarian, penyelamatan dan evakuasi, untuk pencegahan pemadaman kebakaran belum pernah dilaksanakan,” bebernya.

Adapun peserta yang ikut dalam sosialisi ini adalah kepada ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP Basarnas, security, OBI dan anggota Basarnas lainnya.

“Tentunya mereka semua harus bisa, khususnya kepada para ibu-ibu di rumah,” tutupnya. (dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: