Waduh, Selama 4 Bulan Ijazah Belum Diserahkan, Guru Beralasan Tidak Jelas

oleh -138 views
Waduh, Selama 4 Bulan Ijazah Belum Diserahkan, Guru Beralasan Tidak Jelas
Guru Kelas VI, Dahliana(kanan), Susanto (tengah) Wali Kelas III usai wawancara dengan koranbanjar.net(foto: Leon/koranbanjar.net,)

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Kurang lebih 40 murid kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Mantuil, sejak kelulusan bulan Juni 2019 sampai sekarang belum mendapatkan ijazahnya.

Para orang tua murid pun bertanya-tanya mengapa sampai saat ini Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) tersebut belum diterima mereka.

Akhirnya, Jum’at (11/10/2019) pukul 10.30 WITA, koranbanjar.net mencoba mengorek keterangan guru yang kebetulan saat itu sedang berada di ruang guru SD Negeri Mantuil 2, Jalan Mantuil Permai Kelurahan Antasan Bondan, RT 03 Banjarmasin.

Dari hasil wawancara beberapa guru, di antaranya Ibu Dahliana wali murid kelas VI, kemudian Susanto Wali Murid Kelas III, didapat keterangan yang tidak sinkron serta tidak jelas dari alasan yang dikemukakan oleh keduanya.

Mereka beralasan, tertahannya ijazah murid kelas VI SD Negeri Mantuil 2 tahun kelulusan 2019, dikarenakan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) baru diterima dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

“Karena SKHU-nya baru diambil dari dinas dua hari yang lalu, sehingga akibatnya ijazah terlambat sampai sekarang,” ucap Dahliana, yang diindahkan Susanto ketika itu duduk di sampingnya.

Dirasa janggal, koranbanjar net mencoba menanyakan siapa petugas Dinas Pendidikan yang memberikan SKHU.

“Lupa, kalau tidak salah Pak Kepala Sekolah yang mengambilnya ke dinas, Pak Ardani, eh salah, Pak Mutasum,” katanya makin membingungkan.

Alasan lainnya, Dahliana menerangkan, mengisi nilai di ijazah harus pelan dan berhati-hati, menurutnya agar tidak salah.

“Karena kalau salah akan merubah bahkan bisa mengganti yang baru, dan itu repot sekali, karena yang aslinya sudah tidak ada di dinas,” terangnya.

Koranbanjar.net kembali bertanya, apa selama 4 bulan itukah menulis dan mengisi nilai di ijazah, sebanyak apa ijazah yang ditulis.

Lagi-lagi Dahliana menjawab Formulir dan SKHU baru diterima, namun terasa masih janggal ketika koranbanjar.net menanyakan ulang soal kapan formulir diterima.

“Kalau formulir sudah lama ada, tetapi SKHU yang baru saja datang,” ucapnya, padahal barusan ia mengatakan Formulir dan SKHU sama-sama datangnya terlambat.

Sebelumnya koranbanjar.net mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, bahwa apakah ada SD yang menahan ijazah muridnya selama hampir 4 bulan.

“Saya belum menerima laporan adanya tentang hal ini,” kata Totok lewat pesan WhatsApp, Sabtu (12/10/2019)

Ia juga menegaskan tidak ada aturan atau pemberitahuan secara resmi dari Dinas Pendidikan tentang adanya ijazah yang belum diserahkan dengan alasan pengisian nilai harus dengan kehati-hatian.

“Tidak ada aturan resmi dari dinas tentang hal itu,” tegasnya.

Atas dasar itu, koranbanjar.net menilai alasan yang diberikan tidak jelas dan membingungkan. Malah Susanto dengan ketus berucap, “Kenapa juga Kadis sampai tidak tahu, itu urusan mereka,” ucapnya

Susanto yang merupakan sekretaris BOS di SD ini, bahkan mengaku kalau keterlambatan ijazah ini bukan hanya tahun ini.

“Tetapi dari dulu, tahun-tahun sebelumnya juga sering terlambat seperti ini,” akunya dengan kerut muka nampak seperti marah.

Ditanya kapan ijazah tersebut diserahkan, kembali Dahliana mengatakan belum bisa memberikan kepastian.

“Nanti akan kita kabari kalau sudah selesai semua,” tutupnya. (Yon)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan