Banjar  

Wabup Banjar Launching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Pencegahan Stunting

Wakil Bupati Banjar  Said Idrus Al Habsyi launching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting se-Kabupaten Banjar, Senin (1/6/2024) pagi. (Sumber Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/koranbanjar.net)

Wakil Bupati Banjar  Said Idrus Al Habsyi launching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting se-Kabupaten Banjar, Senin (1/6/2024) pagi.

BANJAR,koranbanjar.net – Kegiatan intervensi serentak tersebut berlangsung di 20 kecamatan dan 13 kelurahan yang ada di Kabupaten Banjar melalui zoom meeting yang terpusat di Posyandu Desa Pasar Kamis, Kecamatan Kertak Hanyar.

Said Idrus yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Banjar menyampaikan ucapan syukur kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Melalui gerakan ini diharapkan 100 persen sasaran seperti calon pengantin, ibu hamil juga balita mendapatkan pendampingan dan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi dini dan edukasi serta intervensi dalam rangka mencegah munculnya kasus stunting baru.

“Sehingga Kabupaten Banjar khususnya, bebas stunting dapat terwujud,” pintanya.

Tak lupa pula Said Idrus mengajak semua lintas sektor baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga kelurahan/desa untuk dapat mengawal seluruh sasaran melakukan intervensi sesuai standar agar hasil yang didapatkan akurat serta cakupan layanan yang diterima masyarakat meningkat.

Said Idrus menyebut kasus stunting tertinggi di Kabupaten Banjar terjadi ada di Kecamatan Paramasan. Penyebab pastinya dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengimplementasikan pola asuh dan asupan kepada anak.

Sementara Plt Kanwil BKKBN Kalsel Nyigit Wudi Amini yang ikut menyaksikan launching menjelaskan, dari hasil survei kasus stunting di Kabupaten Banjar memang ada kenaikan.

Terlepas dari angka yang terpenting adalah upaya apa yang dilakukan Pemkab Banjar untuk menurunkan kasus tersebut, sehingga diharapkan 2024 target-target yang telah ditetapkan bisa tercapai 100 persen.

 

“Penyebab stunting itu banyak karena dia complicated seperti tidak tahu cara pengasuhan dan pemberian gizi balita yang baik. Disamping itu terkait masalah asupan kadang ada persoalan kemiskinan, kesediaan bahan pangan termasuk sanitasi,” cetusnya. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *