oleh

Wabup: Santri Darussalam Diharap Terus Berkiprah pada Pembangunan Spiritual

MARTAPURA, koranbanjar.net – Ribuan jamaah padati kawasan Desa Melayu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar saat Haul ke-81 Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar Al Banjari, Sabtu (22/6/2019).

Acara yang berpusat di Musala Raudatul Anwar itu, juga dihadiri tokoh-tokoh ulama maupun habaib dari Martapura hingga luar pulau Kalimantan, terlebih bagi keturunan Syekh Kasful Anwar.

Acara dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi dari Qori H Mahmud Syarkani Al Banjari. Selanjutnya acara diisi sambutan dari keturunan Syekh Kasyful Anwar yang ke-3 yakni Ustaz Ibrohim Arsayad dari Jakarta. Sambutan kedua dari Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, kemudian pembacaan manakib Syekh Kasyful Anwar dari KH Munawwir Kamali, dilanjutkan tausiyah agama dari Habib Idrus bin Muhammad Alaydarus dari Surabaya.

Saidi Mansyur mengkapkan, Haul yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kecintaan warga Kabupaten Banjar kepada para ulama, sekaligus media untuk mengenang dan meneladani kehidupan para ulama seperti Syekh Kasyful Anwar.

“Sudah sepatutnya kita yang hidup di masa sekarang bersyukur dan berterimakasih kepada beliau yang sangat berjasa, bukan hanya pada kita semua tapi juga bagi pemerintah Kabupaten Banjar bagi perkembangan syiar Isalam di Kabupaten Banjar,” kata Saidi dalam sambutannya.

Apa yang telah dilakukan Syekh Kasyful Anwar pada masa lalu, kata Saidi, hendaknya menjadi inspirasi dan panutan untuk menghadapi segala bentuk tantangan yang dihadapi sekarang ini.

Saidi mengharap, pondok pesantren di Kabupaten Banjar, khususnya Darussalam Martapura, terus berkembang dan berkiprah dalam kehidupan masyarakat baik bidang pembangunan mental juga spiritual.

“Kita Menaruh harapan besar pada Ponpes Darussalam dalam mempersiapkan dan membekali SDM di Kabupaten Banjar yang berakhlak, cerdas, santun dan berkualitas sehingga semua berperan aktif mengembangankan dirinya untuk bangsa khsusunya Kabupayten Banjar,” tutup Saidi.

Kemudian Habib Idrus dalam tausiyahnya menyebutkan, ada dua keutamaan menghadiri haulnya pada ulama, seperti yang ia kutip dari perkataan Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Attas.

“Menghadiri haulnya ulama atau orang saleh, atau ziarah (mendatangi ulama) baik masih hidup atau sudah meninggal (ke makamnya), maka akan mendapatkan salah satu dari dua perkara, pertama diampunkan dosanya. Yang kedua, kalua orang itu pantas menerima makamnya wali yang kita ziarahi atau dihauli, maka dia akan kecipratan hal-nya alias karamatnya,” (dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: