Viral, Perawat Wanita RS Siloam Dijambak dan Dihajar Ortu Pasien

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Sebuah video tentang penganiayaan terhadap seorang perawat RS Siloam Palembang berinisial CRS, viral di media sosial. Insiden penganiayaan diketahui dipicu saat perawat mencabut infus dari pasien anak-anak yang dirawat di RS Siloam. Hal yang membuat pelaku marah karena melihat darah anaknya keluar.

PALEMBANG, koranbanjar.net – Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan setelah korban mencabut infus, korban sempat mengimbau istri pelaku agar tidak menggendong pasien. Sebab, dikhawatirkan darah akan keluar dari tangan pasien jika digendong.

“Setelah korban mencabut infus dari tangan anak pelaku, saat itu korban (perawat) sempat berkata kepada istri pelaku ‘jangan dulu di gendong bu, nanti berdarah,” kata Kombes Supriadi dikutip Indozone, Sabtu (17/4/2021).

Istri pelaku disebut Supriadi tak menghiraukan ucapan korban. Istri pelaku pun malah menggendong pasien.

“Istri pelaku langsung menggendong anaknya, saat itu tangan anak pelaku pun berdarah,” beber Supriadi.

Kemudian, istri pelaku menelpon pelaku dan pelaku datang ke kamar perawatan lalu kemudian menganiaya korban. Korban sendiri dianiaya mulai dari dipukul hingga ditendang.

BACA JUGA ; Viral di Medsos, Aplikasi “MyHeritage” Bisa Hidupkan Foto

Seperti diketahui, sebuah video viral dilini masa menampilkan aksi penganiayaan terhadap seorang perawat di RS Siloam, Palembang. Pelaku penganiayaan tidak lain adalah keluarga pasien.

Dalam video tersebut, tampak perawat dianiaya hingga memar di perut dan wajah. Tampak sejumlah orang mencoba melerai aksi anarkis yang dilakukan oleh keluarga pasien ini.

Pasca viralnya video ini, polisi bergerak cepat mengamankan pelaku serta menetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan dan perusakan.

Pihak Rumah Sakit Siloam Sriwijaya akhirnya angkat bicara terkait insiden penganiayaan yang dilakukan salah seorang keluarga pasien kepada perawat Siloam Sriwijaya, Kamis siang kemarin.

Dilansir dari Palembang Ekspres, Nursing Development & Clinical Operations Division Head RS Siloam Sriwijaya, Benedikta Betty Bawaningtyas sekaligus yang menjadi juru bicara menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang menimpa perawatnya itu.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10-11 siang itu bermula saat korban (perawat RS Siloam) melakukan pelepasan infus kepada pasien berusia dua tahun yaitu anak dari pelaku penganiayaan.

BACA JUGA ; VIRAL! Tradisi ‘Kawin Tangkap’ di Sumba Tak Ubahnya Tindakan Premanisme

“Jadi kemarin (Kamis,red) itu rencana anak pasien mau pulang, pada saat mau melepas infus sekitar jam 10 hampir jam 11 siang. Pada saat perawat kami melepas infus sudah dilakukan sesuai SOP menggunakan kapas alkohol kemudian diplester,” ungkap Tata.

“Tapi karena anak umur dua tahun, sedang aktif-aktifnya dan langsung digendong jadi darahnya keluar plesternya lepas,”sambung Tata.

Kejadian tersebut membuat Ibu pasien panik dan berteriak dan komplain ke pihak Rumah Sakit. Pihak rumah sakitpun langsung memberikan penanganan kepada pasien. “Langsung ditangani kepala ruangan dan perawat tersebut. Pasien diganti kapas dan lain-lain dan sudah selesai sebenarnya,”jelasnya.

Pelaku saat diamankan pihak kepolisian. (foto: layar tangkapan video)
Pelaku saat diamankan pihak kepolisian. (foto: layar tangkapan video)

Namun nyatanya, Ibu pasien masih tidak terima dan mengadukan kejadian yang dialami anaknya ke suaminya (ayah pasien) yang berada di Kayu Agung.

“Suaminya baru datang sekitar jam 2 siang, terus tiba-tiba langsung bertanya perawat yang menindak anaknya, mana perawat yang tadi? Perawat saya datang ke ruangan didampingi Duty Manager dan Kepala Ruangan untuk menjelaskan kembali,”terangnya.

Belum sempat memberikan penjelasan, pelaku langsung melakukan tindakan main hakim sendiri menampar korban dengan kepalan tangannya hingga korban terjatuh ke lantai dan meminta korban meminta maaf dengan bersujud.

“Lalu perawat kami langsung ditendang, Kemudian kepala ruangan langsung memegangi ayah pasien langsung dialihkan tapi dia tidak terima dan masih menganiaya dengan menjambak rambut perawat tersebut,”paparnya.(sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *