Tak Berkategori  

Vaksin MR, Ririen: Semua Dikembalikan Ke Orangtuanya

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Menanggapi polemik vaksin Measles dan Rubella (MR), koranbanjar.net mencoba meminta pendapat dari Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kota Banjarbaru, Hj. Ririen Nadjmi Adhani yang juga mengampanyekan vaksin MR untuk masyarakat Banjarbaru khususnya.

Ditemui di sela-sela sebuah acara beberapa waktu lalu di GOR Rudy Resnawan, Ririen mengatakan memang vaksin MR ini, dari MUI menyatakan itu haram, tapi MUI juga tidak melarang karena itu sifatnya urgent.

“Untuk kesehatan anak juga kan dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, jadi diserahkan kembali ke orangtuanya. Kalau orangtuanya tidak mau, kita juga tidak boleh memaksa kan? karena itu hak setiap orang,” ujarnya.

Cuman, lanjut Ririen, kita menganjurkan kalau itu untuk kesehatan anak-anak maka bisa dilakukan suntik vaksin MR. “Tetapi kita tidak memaksa kan, tidak melakukan vaksinasi pun itu juga merupakan hak semua orang,” lanjutnya lagi.

“Jadi kita tidak boleh ada pemaksaaan, kalau dia (orangtua) memang memikirkan kesehatan anaknya misalnya untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit campak itu kita sarankan atau membolehkan melaksanakan karena itu untuk kesehatan anaknya,” katanya.

Tapi, lanjut Ririen lagi, kalau orangtuanya tidak berkenan karena mengandung bahan yang haram, kita juga tidak boleh memaksa karena kembali lagi itu adalah hak setiap orang.

“Vaksin ini kan gratis kalau di dokter praktik kan ini harganya lumayan tuh, bisa sampai Rp800.000 sampai Rp1.00.000. Campak ini selalu dan terus masih ada virusnya,” tutur Ririen.

Ditanya tentang ada bayi yang dicurigai terpapar vaksin rubella, ririen mengatakan belum mengetahuinya. “Oh ya, saya belum tahu masalah itu,” tegasnya.

“Kalau yang tidak mau vaksin ini kan kalau kena campaknya bisa menularkan kepada yang lain dan itu bahayanya. Dari MUI juga membolehkan kalau misalnya ingin melakukan vaksin untuk kesehatan kalau ini darurat karena sudah ada yang kena jadi ini diperbolehkan saja,” jelas Ririen.

“Ya, kalau kami begitu sih pendapatnya, tergantung orangtuanya dan kami kembalikan ke orangtuanya lagi. Dan juga pasti ini mumpung gratis, kalau bayar kan lumayan tuh,” tutupnya sambil tersenyum.(ana)