oleh

Ustaz Abdul Somad: Saya Pecinta dan Pengagum Datu Kelampayan

“Saya pengagumnya, saya mencintainya. Semoga dengan saya mencintainya saya dapat berjumpa dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dalam surga Allah. Andai saya masuk neraka, mudah-mudahan Muhammad Arsyad Al Banjari mencari saya dan memberikan syafaat kepada saya.”

BEGITU ucap Ustaz Abdul Somad lantang mengaku sebagai pecinta dan pengagum Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pada kesempatan tablig akbar di Palangkaraya bebera waktu lalu. Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari merupakan salah satu ulama tersohor asal Martapura Kalimantan Selatan yang mendunia.

Pasalnya, kitab fiqh yang berjudul Sabilal Muhtadin tak hanya dipelajari umat muslim di Indonesia, tetapi juga negara-negara Asia Tenggara. Bahkan hingga sekarang.

Bagi Ustaz Abdul Somad, kitab Sabilal Muhtadin menjadi rujukannya bahkan sedari nenek moyangnya. Terlebih menurutnya terdapat kitab ringkasan Sabilal Muhtadin yang diberi nama Kitab Parukunan yang juga berbahasa Melayu.

“Ibu saya, nenek saya tahu salat tahu puasa karena membaca kitab Perukunan. Datuk saya Syekh Abdurrahman mengajarkan kitab Sabilal Muhtadin kepada murid-muridnya,” tutur ustaz lulusan S2 Darul Hadist Maroko.

Ulama yang mendapat julukan anumerta Datu Kalampaian itu lahir di Desa Lok Gabang, Astambul, Kabupaten Banjar pada 17 Maret 1710, dan wafat di Desa Dalam Pagar pada 3 Oktober 1812 bertepatan 6 Syawal 1227 Hijriah pada umur 102 tahun.

Baca juga: Sukseskan Haul Datuk Kelampayan, Inilah yang Dilakukan Warga Sungai Batang

Diceritakan Ustaz Abdul Somad, Raja Banjar pada waktu itu, yakni Sultan Tahlilullah, mengirim Muhammad Arsyad Al Banjari ke Makkah Al Mukarramah untuk memperdalam ilmu agama Islam yang kemudian lahirlah karya; Sabilal Muhtadin lit-Tafaqquh fi ‘Amrid-din sepulangnya dari Mekkah.

“Orang Banjar di Kalimantan Selatan kagum dengan Datu Kelampayan ini maka mereka membuat satu masjid besar mengenang kitabnya, itu lah Masjid Sabilal Muhtadin (yang terjemahannya) Jalan Bagi Orang Yang Mencapai Hidayah,” ucap Ustaz Somad.

Baca juga: Jamaah Jangan Sampai Salah Jalan, Ini Rekayasa Jalur Haul Datu Kelampayan ke-213

“Ada orang Banjar yang sangat kagum dengan kitab ini, ditelitinya kitab ini di Univesiti Kebangsaan Malaysia akhirnya mendapatkan gelar PhD, Doctor of Philosophy dalam bidang pengkajian Islam karena meneliti kitab Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari,” sambung Ustaz Abdul Somad.

Selain Kitab Sabilal Muhtadin, Datu Kelampayan juga membikin karya tulis pada pan ilmu lainnya, diantaranya:

  • Kitab Ushuluddin yang biasa disebut Kitab Sifat Duapuluh,
  • Kitab Tuhfatur Raghibin, yaitu kitab yang membahas soal-soal itikad serta perbuatan yang sesat,
  • Kitab Nuqtatul Ajlan, yaitu kitab tentang wanita serta tertib suami-isteri,
  • Kitabul Fara-idl, hukum pembagian warisan. (*)

 

 

Penyusun: Hendra/Jurnalis Koran Banjar

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: