oleh

Tradisi Bahandipan Masih Terjaga di Keramat Baru

-Banjar-246 views

Pertahankan memanen padi secara bersama-sama atau bahandipan masih terjaga dengan baik oleh para petani di Desa Keramat Baru di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Mereka melakukan tradisi bahandipan atau bergantian saling membantu untuk memanen padi.

BANJAR,koranbanjar.net – Tradisi bahandipan ini dianggap mampu menyelesaikan panen padi dengan cepat. Seperti tampak dilakukan para petani Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Senin (19/10/2020).

Saat musim panen padi tiba, para petani perempuan dan laki-laki sejak pagi hari telah ramai menuju sawah.

Biasanya, bahandipan ini akan berlangsung selama satu hari penuh. Bukan hanya memetik padi, tapi juga memproses padi hingga proses merapai atau bairik yakni memisahkan bulir padi dari batangnya, dan biasanya dilakukan oleh para pria.

Peralatan memanen padi hingga merapai masih menggunakan alat tradisional yang bernama ranggaman.

Sementara untuk merapai, para petani masih melakukan manual, yakni cara digiling dengan kaki.

“Setelah selesai di sawah yang satu, maka kita pindah ke sawah lainnya dan semuanya dilakukan secara gotong royong alias tanpa upah,” ucap salah satu petani, Wafa.

Ia menambahkan, tradisi bahandipan ini sudah dilakukan sejak dulu dan hingga kini dipertahankan oleh masyarakat.

“Selain proses panen jadi cepat, juga mempererat tali silaturahmi dan gotong royong,” ujar dia.

Untuk wilayah Martapura Timur telah memasuki masa panen padi. Namun lantaran tahun ini sering turun hujan, maka para petani  memanen padinya di saat hujan.

“Kalau hujannya deras maka akan membuat pohon padinya jadi roboh dan akan sedikit sulit untuk dipanen, serta hama tikus juga lebih mudah memakan padinya. Jadi harus cepat dipetik,” tutur dia.  (kominfobanjar/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: